SuaraBanyuurip.com -Athok Moch. Nur Rozaqy
Bojonegoro – PT. Tripatra Engineers & Constructors, pelaksana proyek engineering, procurement and construction (EPC) – 1 Banyuurip, Blok Cepu, kembali melakukan mobilisasi peralatan pemrosesan minyak mentah yakni dua Heat Recovery Steam Generator (HRSG), Minggu (14/7/2013) dini hari.
Sayangnya mobilisasi HRSG yang ke dua kali ini sempat terhambat oleh trailer milik PT. Hutama Karya (HK) – Rekaya Industri (Rekind), pelaksana EPC-5 Banyuurip yang memuat crane di pintu masuk akses road di Desa Sudu, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Trailer milik HK -Rekind itu tidak dapat masuk karena jalan menuju lokasi proyek EPC – 5 diblokade warga Mojodelik.
Dari pantauan di lapangan, akibat adanya trailer EPC-5 yang berada di dekat pintu masuk akses road membuat mobilisasi HRSG Tripatra sempat terhambat lebih dari 30 menit. Sebab badan jalan dipenuhi oleh trailer bermuatan crane. Sedangkan cometo yang beroda 20 pengangkut HRSG milik Tripatra memiliki lebar sekira lima meter.
Sehingga untuk dapat masuk lokasi membutuhkan waktu yang cukup lama. Mobilisasi pengangkut HRSG milik Tripatra yang tiba di depan lokasi akses road sekira pukul 02.25 WIB baru bisa masuk lokasi sekira 03.00 WIB.
“Tadi sempat terhambat setengah jam lebih karena ada trailer yang parkir dekat akses road,” kata salah seorang warga Sudu yang sempat melihat mobilisasi.
Untuk diketahui, mobilisasi HRSG milik tripatra kali ini merupakan yang kedua kali. Sebelumnya beberapa hari lalu kontraktor asal Jakarta itu juga melakukan pengangkutan peralatan yang sama.
Sekarang ini, jumlah total HRSG yang sudah dimobilisasi ke lokasi proyek EPC-1 Banyuurip sebanyak 4 buah. Rencananya dalam waktu dekat Tripatra akan kembali memobilisasi 2 HRSG lagi. (roz)