Sumur Gondang Tinggal Kenangan

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan – Sumur migas Gondang I dan II di Desa Balongwangi, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur telah di tutup.  Eksplorasi yang dilakukan Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB-PPEC) pada tahun 2005 hanya sekira tujuh bulan karena sumur tersebut tidak ada lagi kandungan minyak.

Dari pantauan SuaraBanyuurip.com , setelah 7 tahun lebih sumur minyak gondang I dan Gondang II ditutup, tidak ada aktifitas. Dilahan seluas sekitar 2 ha itu kini menyerupai padang ilalang yang cukup luas.Pagar kawat berduri di sumur gondang I sudah tidak tampak bentuknya lagi karena tertutupi oleh tanaman perdu merambat. Jalan beraspal yang tepat menuju areal sumur juga ditutup akhir November 2006 ini dan kini kondisinya sudah tidak lagi berbentuk.

Asset Negara itu terbengkalai dan rusak parah. Hanya ada seorang security yang berjaga digardu kayu dipintu gerbang sumur Gondang 1.

“Sudah sekitar 7 tahunan mas, sumur gondang I ditutup,” kata security sumur gondang I Sudigno.

Sudigno mengungkapkan, saat eksploitasi masih berlangsung aktifitas di Sumur Gondang 1 cukup hidup. Ada belasan karyawan yang separuhnya warga desa Balongwangi bekerja disumur gondang I.

Baca Juga :   Akan Lebih Dulu Kerjakan Jambaran - TBR C

“Dulu setiap harinya ada 6 mobil tangki bermuatan 15.000 liter yang setiap hari hilir mudik mengangkut minyak mentah dari pengeboran disini,” cetus Sudigno yang mengaku tidak mengetahui dikirim kemana hasil minyak sumur gondang I.

Setelah ditutup, para karyawan di Sumur Gondang I ditarik ke tempat lain di perusahaan JOB PPEJ yang masih berproduksi. Sedang 6 securiy lama masih ditempatkan di sumur gondang I.

Pada awalnya diestimasi kandungan minyak sumur gondang I mencapai 400-500 barrel Perhari (BPH). Namun perhitungan itu ternyata meleset. Saat dieksploitasi terus menurun menjadi 200 bph. Dalam perkembangannya produksi minyak Gondang terus menyusut hingga pada level terendah yakni 7 barrel bph. Karena tidak ekonomis dikembangkan, akhirnya sumur tersebut ditutup. (tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *