SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan- Ribuan hektar tanaman padi di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur diserang wereng cokelat. Akibatnya petani di wilayah setempat dipastikan gagal panen.
Para petani sebenarnya sudah mencoba melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi serengan wereng salah satunya dengan menyemprot tanaman padi dengan oli bekas. Namun cara tradisonal yang biasa mereka lakukan tidak membuahkan hasil.
Sesuai data di Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Lamongan, sampai dengan pertengahan Juli, sebanyak 2.246,4 hektar lahan pertanian padi yang diserang wereng. Ribuan hektar lahan itu tersebar di 10 kecamatan. Yakni Kecamatan Turi, Pucuk, Lamongan, Kalitengah, Babat, Deket dan Sekaran. Kemudian Kecamatan Maduran, Laren serta Sukodadi.
Serangan hama dengan kondisi ringan terjadi di lahan seluas 1.453 hektar. Lahan pertanian yang rusak sedang seluas 556 hektar, dan kerusakan berat seluas 138,5 hektar dan yang puso 98 hektar. Dari jumlah itu lahan pertanian terluas yang diserang wereng terdapat di Kecamatan Turi dengan luas 814 hektar.
Akibat serangan hama itu, padai yang sudah berisi maupun yang siap dipanendaunnya menguning bahkan berubah menjadi kecokelat-cokelatan dan kemudian mengering. Â Â
“Kalau terus begini bisa gagal panen, Mas. Sebab hama ini sulit dibasmi, malah terus meluas,†kata Rokhim, salah satu petani di Kecamatan Turi.
Dia berharap agar instansi terkait di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan segera turun tangan untuk mengatasi serangan hama wereng cokelat yang terus meluas.
Untuk menanggulangi serangan wereng yang kian meluas, Dinas Pertanian dan Kehutanan telah meminta petani mengganti pestisida pembasmi hama wereng dengan agen hayati jenis beauveria. Agen hayati yang telah dikembangkan Dinas Pertanian dan Kehutanan setempat ini diproduksi dari semacam jamur yang menjadi musuh alami wereng.
“Karena jika menggunakan zat kimia, secara alami, hama akan membentuk kekebalan tubuh,†kata Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian dan Kehutanan Lamongan, Purwo Widodo dikonfirmasi melalui Kabag Humas dan Infokom, Mohammad Zamroni, Selasa (16/7/2013).
Zamroni menabahkan, sesuai hasil diskusi dengan petani di Glagah lainnya yang sudah sukses menggunakan agen hayati jenis beauveria, padi mereka tahan terhadap serangan hama wereng. (tok)