Petani Brabowan Tagih Janji Operator Blok Cepu

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro –14 petani Desa Brabowan, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, JawaTimur menagih janji kepada operator migas Blok Cepu, Mobil Cepu Limited (MCL) dan kontraktor pelaksana proyek Engineering Procuremen and Construktion (EPC)-1 PT Tripatra Engineers & Constructors untuk normalisasi Kali Bangi yang sudah disepakati bersama. Karena Kali Bangi inilah yang dinilai menjadi biang kerok banjir yang melanda persawahan mereka.

Sebelumnya ada dua item tuntutan yang diajukan petani Brabowan kepada operator dan Tripatra yang sudah disepakati bersama . Yakni, normalisasi kali bangi dan ganti rugi tanaman pertanian yang rusak milik 14 warga tersebut. Pengajuan dua item itu didasari oleh kerusakan tanaman pertanian yang diduga akibat pemasangan 18 Box Clufert (gorong-gorong saluran air) di wilayah EPC-1.

Namun, dari dua item itu satu item yang sudah direalisasikan oleh perusahaan. Yakni ganti bibit padi kepada 14 warga untuk sebagai ganti tanaman yang telah rusak tersebut, pada 19 Juni 2013 silam. Sedangkan normalisasi Kali Bangi hingg saat ini belum teralisasi.

Baca Juga :   Tebing Bengawan Solo Longsor Lima Rumah Rusak

Koordinator 14 petani Desa Brabowan, Bambang mengatakan, proposal pengajuan untuk normalisasi Kali Bangi sudah diajukan kepada MCL sejak bulan Juni lalu. Namun, hingga saat ini belum ada kabar kelanjutan untuk pelaksanaan normalisasi Kali Bangi.

“Sudah sebulan  kita kirim, namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda MCL mengerjakannya,” kata Bambang melalui pesan pendek, Rabu (17/7/2013).

Tokoh masyarakat Desa Brabowan itu menjelaskan, dua item yang diajukan warga itu telah disepakati oleh perusahaan yang diketahui oleh perangkat desa dan Camat Gayam. Persetujuan hasil musyawarah bersama itu disepakati pada 18 Mei 2013 yang bertempat di Balai Desa Brabowan.

Karena itu dia berharap kesepakatan itu segera dilaksanakan MCL  agar kondisi aliran air yang ada disekitarnya menjadi lancar dan tidak merusak tanaman pertanian lagi. “Saya minta, MCL segera normalisasikan kali bangi. Dengan begitu, kekesalan warga juga bisa dielminir,” imbuhnya.

Senada juga di samapaikan Kepala Desa Brabowan, Prihadi. Dia mengaku, belum mengetahui kapan normalisasi kali bangi dilakukan oleh MCL. Kerena hingga saat ini belum ada kabar lagi dari MCL yang diberikan kepada desa.

Baca Juga :   Warga Bojonegoro Bagian Timur Mulai Siaga

Dikonfirmasi terpisah terkait tuntutan petani Brabowan, Field Public and Government Manager MCL, Rexy Mawardijaya belum memberikan jawaban. Pesan pendek yang dikirim suarabanyuurip.com, Rabu (17/7/2013), belum ada balasan hingga berita ini diterbitkan.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *