SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Pembangunan pabrik pengolahan gas flare dari Lapangan Sukowati, Blok Tuban yang dioperatori Joint Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOB P-PEJ) di Dusun Plosolanang, Desa Campurejo, Kecamatan Kota, Bojonegoro oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Bojonegoro, PT Bojonegoro Bangun Sarana (BBS), masih belum jelas kapan pelaksanaannya. Hal ini terlihat belum ada kegiatan konstruksi atau kegiatan sipil lainnya di lokasi proyek.
Direktur PT BBS, Deddy Afidick, mengungkapkan, laporan yang diterima oleh pihaknya pada minggu lalu PT IME selaku mitra, dan PT USP sebagai kontraktor lokal telah menandatangani kontrak langsung untuk meneruskan pekerjaan. Termasuk pembayaran kepada sub kontraktor lainnya.
“BBS sudah kasih somasi pertama kepada PT IME, dan sudah ditanggapi dengan penandatanganan Perjanjian Pelaksanaan Sabtu lalu,” tandasnya kepada SuaraBanyuurip.com.
Dia menyatakan, somasi kedua dikirim hanya jika perjanjian tersebut tidak dilaksanakan atau diwujudkan tepat waktu. “Ada beberapa kewajiban yang tenggat waktunya Jumat kemarin, ada juga yang tanggal 19 Agustus 2013,” sergahnya.
Sementara itu, saat ini proyek gas flare masih dalam proses perakitan peralatan tahap 1 yang ditargetkan untuk dimulai lagi minggu ini di Pasuruan. BBS akan melakukan kunjungan dan pemantauan setelah lebaran.
Deddy menyatakan, peralatan yang sempat diambil dari lokasi beberapa waktu lalu adalah pipa-pipa yang tidak sesuai spesifikasi, dan diambil langsung oleh PT Hokasa selaku mitra PT IME yang bergerak dibidang konstruksi.
“Selama PT IME masih sanggup menjalankan konsistensinya, ya kami masih komitmen dengan mereka sesuai kontrak kerja,” imbuhnya. (rien)