SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan-Memasuki pekan kedua bulan ramadan harga daging sapi dan daging ayam di Kabupaten Lamongan terus merangkak naik. Per kilogramnya harga daging ayam mencapai Rp32.000 Â dari sebelumnya berada dikisaran Rp29.000-Rp30.000/kg.
 “Sudah seminggu ini mas harga daging ayam naik. Penyebabnya permintaan tinggi sedang pasokan berkurang, “ kata Saiful pedagang ayam di pasar Sidorejo Lamongan, Senin (22/7/2013).
Walau harga daging ayam mahal diakui Saiful tidak mengurangi pembeli. Hanya saja tren pembelian berubah.“Jika sebelumnya banyak yang beli kiloan, sekarang belinya prapatan,†sergah dia.
Pedagang daging ayam di Pasar Deket, Tohir menambahkan, dibanding bulan ramadan tahun lalu, omzet pembelian daging ayam mengalami penurunan tajam. “Omzet penjualan turun sampai 50 persen mas, “ tandasnya.
Sementara untuk daging sapi saat ini untuk kelas A harganya Rp90.000/kg. Untuk kelas B harganya Rp85.000/kg. Harga ini lebih rendah dibanding harga daging di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro yang tembus Rp100.000/kg. Bahkan di beberapa pasar tradisional kecamatan dan desa di Lamongan, banyak pedagang daging sapi yang menjual daging lama yang kondisinya lebih jelek. Rata-rata untuk daging sapi jenis ini dijual seharga Rp70.000-Rp75.000
“Daging ini menghabiskan stok lama mas. Karena lama tidak laku saya jual dengan harga lebih rendah, dari pada saya rugi besar,†ungkap seorang pedagang daging sapi di Pasar Moropelang yang keberatan namanya ditulis.
Dengan kondisi pasar yang cukup lesu akibat mahalnya harga daging sapi, para penjual daging sapi mengharapkan agar daging impor dengan harga lebih murah tidak masuk ke Lamongan.
“Kami harap pemkab Lamongan mencegah daging impor masuk Lamongan. Jika sampai terjadi, ndak tahu nasib kami. Pasti akan gulung tikar, “ harap beberapa penjual daging sapi di Pasar Besar Lamongan. (tok)