SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Setelah padi yang terancam akibat serangan hama wereng, kini penderitaan mengintai petani kacang hijau di wilayah Kabupaten Bojonegoro, Jawa Jimur. Tanaman kacang hijau milik petani diserang hama ulat dan walang, membuat hasil panen tidak maksimal.
“Sudah tiga kali lebih kami melakukan penyemprotan untuk mencegah serangan, dan menghilangkan ulat atau walang sangit namun belum mencapai hasil yang diinginkan,” kata Alim (40),petani asal desa Cangaan Kecamatan Kanor, Bojonegoro, Rabu (24/7/2013).
Dia katakan, banyak tanaman kacang hijau yang diserang hama yang ditandai dengan rusaknya batang pada tanaman kacang hijau. Kerusakan itu otomatis mengakibatkan pertumbuhan kacang hijau tidak sempurna Bahkan,selain menyerang batang, hama ulat juga memangsa buah, pucuk dan daun tanaman sementara walang sangit merusak bunga serta belalang juga ikut mengerogoti daun serta pucuk tanaman kacang hijau itu.
“Kami hanya dapat membiarkan ulat-ulat dan walang sangit menghabiskan daun, bunga dan buah tanaman kacang hijaunya meski telah berusaha melakukan penyemprotan,” ujarnya putus asa.
Tiap menanam kacang hijau pasti diserang ulat, berbagai cara sudah dilakukan untuk membasmi ulat dan walang sangit itu,tetapi sia-sia. Akibat serangan hama tersebut,tidak dapat memperoleh hasil yang maksimal serta kacang hijau yang dihasilkan berkualitas rendah.
Para petani ini hanya bisa pasrah dan berharap pemerintah atau pihak terkait akan membantu para petani dalam mengatasi hama ulat, walang sangit dan belalang yang telah merusak tanaman kacang hijau itu.
“Kami sangat berharap ada penyuluhan dari pihak terkait tentang cara membasmi hama kacang hijau sehingga hasilya lebih maksimal.” Tandasnya.
Menurut dia, kacang hijau merupakan salah satu tanaman yang sangat menjanjikan, sebab harga jualnya relatif stabil dibandingkan tanaman lainnya. (rien)