SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Akibat kecelakaan kerja (Laka Kerja) di pabrik IV PT Semen Indonesia (SI), Tbk di Desa Sumber Arum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur pada Selasa (23/7/2013) lalu, perusahaan mengkalim rugi hingga Rp3,6 Milyar per hari. Kecelakaan itu juga menyebabkan tujuh pekerja mengalami luka bakar, bahkan satu diantaranya meninggal dunia saat perjalanan ke rumah sakit Dr Sutomo Surabaya.
Besarnya kerugian yang dialami perusahaan itu karena BIN atau tempat penyimpanan batu bara yang menjadi lokasi laka kerja dilarang oleh Polisi untuk beroperasi guna keperluan penyelidikan. Terhentinya BIN itulah yang menyebabkan rangkaian alat-alat produksi semen yang lain juga ikut terhenti.
“Kerugian sehari kalau tidak beroperasi mencapai Rp3,6 milyar. Karena kita hilangnya kesempatan untuk berproduksi,” kata Kabiro Keselamatan Kerja dan Lingkungan (K2L) PT SI, Slamet Mursidiarso, kepada SuaraBanyuurip.com.
Dia jelaskan, setelah kecelakan itu proses produksi pabrik Tuban IV sementara ini terhenti. Meski begitu perusahaan menjamin kalau stok semen aman. Karena sebelumnya juga sudah tersimpan kedalam Silo (tabung penyimpanan semen).
“Sementara stok aman, karena ada 16 silo dengan kapasitas masing-masing 20 ribu ton yang menampung semen,” tegas Slamet.
Slamet menambahkan, pelarangan beroperasinya alat tersebut diperkirakan bisa berlangsung hingga beberapa hari kedepan. Pasalnya hal itu dilakukan untuk mempermudah proses penyelidikan yang dilakukan petugas kepolisian untuk mengungkap penyebab kecelakaan.
“Kita menunggu ijin Polda Jatim. Infonya 2 hingga 3 hari lagi,” tandasnya. (edp)