SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro –  Warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menghentikan aktifitas proyek water basin (waduk penampungan air injeksi) yang dilaksanakan PT Hutama Karya (HK) – Rekayasa Industri (Rekin), kontraktor engineering, procurement and constructions (EPC) 5 Banyuurip, Blok Cepu, Kamis (25/7/2013). Selain menuntut agar kontraktor melakukan sosialisasi sebelum mengerjakan proyek tersebut, juga perekrutan tenaga kerja lokal.
Dalam aksinya, warga menyandara alat eskavator yang sedang mengerjakan proyek water basin diwilayah desa Mojodelik, Kecamatan Gayam sekira pukul 14.00 wib. Warga mengikat alat berat dan meminta agar para pekerja menghentikan aktifitas.
Sebab, warga menilai tenaga kerja yang direkrut dalam proyek itu ditengarai berasal dari luar daerah Bojonegoro.
“Kami minta proyek dihentikan karena tidak ada sosialisasi lebih dulu dari kontraktor,†tegas seorang warga Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Ngadenan ketika ditemui di lokasi unjuk rasa.
Dikonfirmasi terpisah, Hubungan Masyarakat (humas) Rekind, Herman Susatyo melalui pesan pendek, Kamis (25/7/2013) tentang aksi yang dilakukan warga belum memberikan jawaban hingga berita ini diterbitkan.(sam)