SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Omset warung makan dan minuman (Mamin) di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, selama ramadan ini mengalami penurunan drastis dibanding hari-hari biasanya. Pendapataan mereka menurun hingga 60 persen.
Dari pantauan, sejumlah warung mamin yang menjual berbagai jenis menu makanan memilih tetap buka siang hari dibulan ramadan. Tidak saja disepanjang jalan propinsi, sejumlah warung di kecamatan maupun di desa tampak masih buka saat siang hari.
Bedanya warung mamin yang masih dasaran tersebut harus menutup teras warung dengan kain. Selain untuk menghormati umat muslim yang sedang berpuasa, dipasangnya tirai tersebut juga atas perintah Kapolres Lamongan AKBP Solehan S.iK.
“Petugas dari Polsek meminta semua warung yang buka siang hari untuk memasang tirai atau kain didepan warung, Mas. Katanya itu perintah kapolres,” kata Tatik, pemilik warung soto di Jalan Raya Plosowahyu, Kecamatan Lamongan kepada SuaraBanyuurip.com, Sabtu (27/7/2013).
Sejumlah pemilik warung mengaku di bulan ramadan omzet penjualan mereka turun drastis. “Pengunjungnya sepi mas. Omzet warung turun hingga 60 persen,” terang Sulistiyowati, pemilik warung rawon di desa Sidogembul, Kecamatan Sukodadi.
Hal yang sama diakui pemilik warung kopi dipertigaan sukodadi. “Sejak pagi belum ada yang marung mas, “ keluh Saiful.
Meski pendapatan mereka menurun, pemilik warung memilih tetap membuka dagangannya dibulan ramadan karena mengaku tidak ada pekerjaan lain. “Kalau ndak jualan, nanti lebaran ndak bisa nggoreng kopi mas,” tutur dia.
Kabag Humas Polres Lamongan, AKP Umar Dami, membenarkan jika Kapolres Lamongan meminta pada jajarannya untuk menegur pemilik warung yang tidak memasang tirai diwarungnya.
“Tidak ada larangan berjualan saat bulan ramadan hanya saja perintah Kapolres setiap warung yang buka dagangan siang hari harus menutup warungnya dengan kain atau tirai. Ini untuk menghormati umat muslim yang sedang berpuasa,” papar Umar Dami sabtu (27/7/2013)(tok)