SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, Jawa Timur mengajukan tambahan kuota calon pegawai negeri sipil (CPNS) hingga 200 orang kepada Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen Pan-RB).
Kepastian itu disampaikan Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein usai mengikuti rapat koordinasi tim penanggulangan kemiskinan tingkat daerah di Gedung KSPKP Tuban, Selasa (30/7/2013).
“Sekitar 400 PNS yang pensiun sejak 2010, kemudian kita hanya mendapat jatah 40 CPNS. Kemudian yang mengisi kekosongan itu siapa jika tidak dari penerimaan CPNS ini,†kata Noor Nahar, kepada sejumlah wartawan.
Dia mengemukakan, alasan permintaan tambahan itu juga karena penerimaan PNS dari tenaga honorer atau K2 di Tuban yang diterima hanya 30 persen dari 753 tenaga honorer yang ada. Atau hanya berkisar 225 orang, dari 400 kuota kebutuhan Tuban saat ini.
 “Karena itu kami mengusulkan tambahan 200 CPNS baru, kami belum tahu berapa yang disetujui nanti,†katanya.
Apabila disetujui, CPNS itu nantinya akan diperuntukkan bagi tenaga medis, serta tenaga terknis di berbagai instansi. Dua bidang ini disebut Noor sebagai bidang yang paling dibutuhkan saat ini selain posisi guru.
Alasan lainnya, anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk membiayai pegawai juga dirasa masih cukup. Sebab Pemkab hanya menghabiskan anggaran belanja hingga 52 persen. Jumlah itu dirasa paling rendah dibanding dengan sejumlah kabupaten lain di Jawa Timur.
“Jumlah ini paling rendah belanja pegawainya dari banyak Kabupaten lain di Jawa Timur,†katanya.
Sementara untuk 40 CPNS yang didapat dari pendaftaran jalur umum akan ditempatkan pada sejumlah SD dan SMK yang ada di Kabupaten Tuban.(edp)