SuaraBanyuurip.com -Â D Suko Nugroho
Bojonegoro – Wacana pembangunan lapangan terbang (Lapter) di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, yang direncanakan untuk mendukung kegiatan industri migas di wilayah setempat kian kabur.
Bupati Bojonegoro, Suyoto ketika dikonfirmasi suarabanyuurip.com, enggan menanggapi perkembangan rencana pembangunan lapter tersebut. Bahkan orang nomor wahid di jajaran birokasi Bojonegoro itu tak mau mengomentari penyebab tertundanya pembangunan bandar udara hingga sekarang ini.
“Jangan diungkit-ungkit lagi soal rencana itu,” kata Suyoto singkat di sela-sela menghadiri peresmian dan pembukaan Toko Bojonegoro di kompleks pertokoan Jalan Gajah Mada, Jum’at (2/8/2013).
Begitu juga ketika disinggung tentang peluang Bojonegoro untuk memperoleh perijinan dari pemerintah pusat untuk pembangunan lapter menyusul akan diaktifkannya lapter Ngloram di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Suyoto kembali berkelit.
“Biarkan saja. Kita tidak ingin berkonflik soal lapter,” ujar dia.
Sebelumnya, kabar pembangunan lapter di Bojonegoro santer terdengar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro telah melakukan study kelayakan untuk mengkaji pembangun lapter tersebut dan tinggal menunggu ijin dari Kementerian Perhubungan dan Kehutanan.
Bahkan, Pemkab Bojonegoro juga telah menetapkan kawasan hutan di Desa Kunci dan Temayang sebagai lokasi pembangunan lapter. Tak hanya itu, Pemkab juga sempat menyatakan telah membeli lahan hutan di Kabupaten Blitar sebagai ganti tukar guling lahan hutan di wilayah Kunci dan Temayang. (suko)