SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Lima hari menjelang Lebaran Idul Fitri (H-5) sejumlah pusat perbelanjaan di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur dijubeli pembeli. Bukan hanya pusat perdagangan di wilayah kota, di tingkat kecamatan pun terlihat ramai.
Seperti yang terlihat di Pasar Desa Kalitidu, Kecmatan Kalitidu, Sabtu (3/8/2013). Pasar Kalitidu selama ini menjadi alternatif warga di sekitar pemboran Migas Blok Cepu karena lokasinya paling dekat. Selain itu barang-abarang yang disediakan juga lengkap seperti pasar di Kota Bojengoro.
Tak mengherankan bila mendekati lebaran ini masyarakat disekitar ladang migas Blok Cepu berbondong-bondong memborong kebutuhan lebaran di pasar Kalitidu. Meskipun saat ini sejumlah harga barang mengalami kenaikan akibat naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu.
Namun menyiapkan kebutuhan lebaran sudah menjadi tradisi warga. Mereka memborong jajanan hingga pakaian baru dengan mengajak sejumlah anggota keluarganya.
“Beli pakaian untuk lebaran. Mumpung uangnya saya cukup untuk belanja pakaian. Lagian harganya masih lumayan murah hanya naik sekitar 10 persen saja, Mas,” kata Suryadi yang mengaku warga asal Desa Panjunan, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro saat ditemui di lokasi pasar, Sabtu (03/08/2013).
Dia menjelaskan, kenaikan harga 10 persen ini masih tergolong paling rendah dibandingkan dengan lainnya. Lagi pula, bisa dimaklumi karena beberapa hari yang lalu kondisi warga yang belanja juga relatif sepi.
“Harga barang naik 10 persen ini mulai seminggu yang lalu, Mas. Sebelumnya Rp 50.000 sekarang menjadi Rp 60.000,” aku Suryadi sambil menenteng barang yang dibelinya keluar dari stan pasar yang berada di Jalan Raya Bojonegoro-Padangan tersebut.
Pembeli lain, Hadi, juga memborong barang-barang elektronik seperti kipas angin dan magic com untuk kebutuhan keluarga lebaran. Menurutnya, harga barang-barang itu masih relatif murah sehingga bisa terjangkau.
“Harganya lebih murah di sini dari pada di tempat lain. Sehingga, saya memilih belanja di Pasar Kalitidu. Karena, tidak terlalu mahal dan bisa tak jangkau,” sambung Hadi, yang mengaku warga asal Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Bojonegoro tersebut.(sam)