SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Waduk Dayaan di Desa Watonngare, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur menjadi sumber pengairan persawahan warga setempat maupun luar desa.
Seorang warga Desa Wotanngare, Sujadi, mengatakan, Waduk Dayaan adalah salah satu tempat yang mampu menampung air hingga musim kemaru untuk dimanfaatkan petani mengolah lahan pertaniannya disaat musim kemarau.
“Waduk Dayaan ini dimanfaatkan petani sekitarnya untuk mengairi tanaman padi mapun jagung disaat musim kemarau maupun cuaca tidak menentu, Mas,” kata Sujadi saat ditemui di lokasi Waduk Dayaan, jumat (02/08/2013).
Dia jelaskan, air Waduk Dayaan tidak hanya dimanfaatkan petani Wotanngare saja. Namun, juga petani desa sekitar seperti Desa Wadang dan Jempaet, Kecamatan Ngasem.
“Jadi, bisa mengairi puluhan hektar lahan pertanian disekitarnya, Mas. Kalau luas Waduknya kurang lebih 5 hektar,” terangnya.
Warga lain, Darno, mengaku, Waduk Dayaan yang masih masuk dalam lingkaran petilasan Angling Dharma ini tak hanya dimanfaatkan untuk keperluan pertanian. Namun juga sebagai tempat rekreasi bagi warga. Apalagi pada bulan puasa selalu dibuat untuk beristirahat warga sambil menunggu buka.
“Meski tidak terkenal layaknya wisata ternama. Tapi saya sering menjumpai warga dari luar daerah Bojonegoro yang datang ke Waduk Dayaan untuk rekreasi. Seperti dari Cepu, Blora, Jawa Tengah dan lain sebagainya,” sambung Darno, mengungkapkan.(sam)