SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Lebaran tahun 2013 ini tampaknya menjadi lebaran pahit bagi 3.600 guru honorer di lingkungan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Tunjangan Fungsional (TF) yang biasanya cair menjelang perayaan lebaran hingga H-2 belum juga ada tanda-tanda cair. Â
Bagi ribuan pendidik yang belum diangkat sebagai PNS di Kemenag itu, TF sebesar Rp250.000 per bulan itu sangat berarti. Apalagi TF tersebut biasanya diterima setiap enam bulan sekali, sehingga bisa mereka pakai untuk ikut merayakannya bersama warga lain. Â
Kasi Mapenda Kemenag Bojonegoro, Yasmani, mengatakan, pihaknya sudah berupaya untuk mengurus tunjangan tersebut hingga di Kanwil Kemenag Jatim, namun kenyataannya  semua daerah juga belum ada yang turun.
“Lalu kita harus bagaimana?” katanya.
Dia mengungkapkan, tidak turunnya dana TF bagi guru itu tidak hanya melanda Bojonegoro  saja, namun semua daerah  juga belum ada yang turun.
Dia menambahkan , informasi yang diterima menyebutkan dana dari Kemenag pusat hingga saat ini belum bisa cair. Hal itu berdampak bagi semua guru honorer  yang berada di naungan Kemenag di Indonesia. Biasanya TF ini cair menjelang pelaksanaan lebaran. Â
“Kami akan terus memantau jika sewaktu-waktu bisa dicairkan akan segera  diumumkan kepada guru honorer. Hingga saat ini edaran dari Kemenag Jawa Timur juga belum kami terima,” ujarnya. (rien)