MSTPM Sikapi Soal Security Tripatra

SuaraBanyuurip.comSamian Sasongko

Bojonegoro – Teguran berlebihan yang diduga dilakukan Bb, supervisor security PT. Trpatra Engineers & Constructors, terhadap anggotanya mengundang reaksi Lembaga Swadaya Masyarakat Sekitar Tambang Peduli Minyak (LSM MSTPM) Bojonegoro – Tuban, Jawa Timur. Sebab teguran itu dinilai sudah mengarah pada pelecehan terhadap sumber daya manusia (SDM) masyarakat lokal.

“Perkataan Bb itu sudah merendahkan warga pribumi,” tegas Ketua MSTPM Bojonegoro – Tuban, Suparmo kepada suarabanyuurip.com, Selasa (6/8/2013).

Parmo mengungkapkan, paska kejadian tersebut dirinya mendapat laporan dari salah satu anggota security Tripatra asli desa sekitar proyek Banyuurip, Blok Cepu. Setelah itu dia langsung melakukan klarifikasi kepada manajemen Tripatra.

“Atasan menegur anak buah jika ada kesalahan itu wajar. Tapi seyogyanya harus memakai kata-kata yang lebih santun,” sergah tokoh masyarakat Desa Brabowan, Kecamatan Gayam ini.

Akibat teguran Bb yang dinilai kelewat batas itu satu shift security Tripatra pelaksana proyek engineering procuremen and construktion (EPC)-1 Banyuurip sempat melakukan aksi mogok kerja sekira jam 06.00  WIB di sekitar lokasi proyek Kampung Tunnel di Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam pada Jumat (02/08/2013) lalu. Namun saat ini, sekira seratus security telah kembali bekerja.
”Kita sudah menerima laporan itu dan sekarang sedang dilakukan investigasi untuk mengetahui kebenarannya,” sambung Community Affairs PT Tripatra Engineers & Constructors, Budi Karyawan. (sam)

Baca Juga :   Pendaftaran Seleksi Sekda Bojonegoro Diperpanjang

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *