Lifting Migas Disesuaikan Kurs Dolar

SuaraBanyuurip.com - Ririn W

Bojonegoro – Jumlah lifting migas yang diterima Dinas Pendapatan (Dispenda) Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur pada tahun 2013 mencapai 22.000.931 barel untuk minyak dan 3.960 MMBTU untuk gas.

“Untuk gasnya memang terbilang kecil, dan itu masuk pada Dana Bagi Hasil tahun ini,” kata Kepala Dispenda Bojonegoro, Hery Sudjarwo kepada SuaraBanyuurip.com.

Dia mengatakan, jumlah lifting minyak 22.000.931 barel itu jika dirata-rata adalah 63.698.000 barel per hari (bph). Lifting tersebut berasal dari produksi wilayah Banyuurip, Blok Cepu baru sekitar 4.428.000 bph, unitisasi Petrocina 10.000.000 bph, Joint Operating Body Pertamina PetroChina East Java (JOB P-PEJ) sebanyak 2.690.000 bph, dan dari Pertamina EP baru 228.000 Bph. Dengan prognosa mencapai 80 persen.

“Yang terbesar ini dari Unitisasi Petrochina,” tandasnya.

Menurut Herry, dengan jumlah Lifting tersebut DBH yang diterima Bojonegoro tidak tentu sama. Misalnya pada tribulan 1 dari harga minyak mencapai 105 dollar perbarel, tapi di tribulan ke dua hanya 98 dollar per barel. Sehingga ada penurunan sekitar 7 dollar.

Baca Juga :   Bojonegoro Ingin Kepastian Pembagian PI Jambaran – Tiung Biru

“Menghitung DBH memang harus memperhatikan nilai kurs dolar,” tandas Herry.

Dia menyatakan, lifting yang tercapai harganya tidak termasuk asumsi di APBN. Sebab jika harganya sesuai asumsi di APBN, maka rupiah yang diterima akan lebih seperti yang diperkirakan. Selain itu pendapatan dari lifting juga ditentukan dari nilai kurs dolar. Artinya jika nilai kurs dolar naik maka pendapatan yang akan diterima juga besar.

“Seperti pada tahun 2010, 2011, 2012, itu rata-rata liftingnya sama tapi uangnya berbeda jauh. Jadi naik turunnya dolar sangat mempengaruhi,” imbuhnya.(rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *