Pembangunan Jalan Peralihan Bonorejo Capai 60%

jalan peralihan

SuaraBanyuurip.com - Samian Sasongko

Bojonegoro – Sejak dimulainya pembangunan jalan peralihan Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, pada 1 Agustus 2013 lalu, saat ini pekerjaannya telah mencapai 60 persen. Pembangunan jalan menuju sawah warga itu dilaksanakan oleh tim pelaksana (Timlak) pembangunan desa setempat dengan di dampingi Lembaga Swadaya Masyarakat Informasi dan Komunikasi Masyarakat Banyuurip Bangkit (LSM LIMA 2B), mitra yang digandeng Mobil Cepu Limited (MCL), operator migas Blok Cepu.

Sesuai hasil pengukuran, pembangunan jalan peralihan itu sepanjang 648 meter dengan lebar 3 meter, serta panjang pagar 278 meter dengan ketinggian 1,55 meter. Jalan itu merupakan jalan pengganti menuju sawah warga setempat yang terkena proyek Engineering Procurement and Construction (EPC) 1 dan 5 Banyuurip, Blok Cepu.

Kepala Urusan (Kaur) Pembangunan, desa Bonorejo, Warno, mengatakan, pembangunan jalan peralihan menuju sawah warga Desa Bonorejo itu sudah mencapai sekira 60 persen. Sedangkan, pengerjaannya akan dimulai lagi setelah selesai lebaran ketupat.

“Alhamdulillah pengurukannya sudah tuntas, Mas. Semoga dengan dibangunnya jalan peralihan ini dapat kembali memperlancar aktifitas warga ke kesawah,” kata Warno kepada www.suarabanyuurip.com, Minggu(11/08/2013).

Baca Juga :   Program Pemberdayaan Khusus untuk Perempuan

Dikonfirmasi terpisah, Team Leader LIMA 2B, Choirul Huda, membenarkan, jika pengerjaan jalan peralihan Bonorejo telah mencapai 60 persen. Saat ini pengurukan jalan sudah tuntas dan tinggal pengerjaan drainase dan pemagaran.

“Pekerjaan akan dilanjutakan kembali setelah lebaran ketupat,” sambung Choirul Huda dihubungi via telepon, Minggu (11/08/2013).

Pria yang juga tokoh masyarakat Desa Sedah Kidul, Kecamatan Purwosari ini mengharapkan, dukungan dari perangkat desa, warga maupun pihak terkait lainnya untuk kelancaran pelaksanaan pengerjaan pembangunan jalan peralihan warga tersebut.

“Kita akan berupaya semaksimal mungkin dalam pendampingan agar program pembangunan jalan peralihan ini bisa berjalan lancar tanpa ada kendala,” imbuh Huda.(sam)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *