Sampah di Gardu Sapi Cemari Lingkungan

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Para pengguna jalan yang akan melintas dari arah Kecamatan Cepu ke Kabupaten Blora, Jawa Tengah mengeluhkan tumpukan sampah yang berada persis dipinggir jalan raya, tepatnya di kawasan hutan Gardu Sapi. Tumpukan sampah yang letaknya dipingiran Kota Cepu menuju arah Blora itu menimbulkan bau yang menyengat. Selain itu mengundang lalat-lalat dan memunculkan kesan membuangan sampah sembarangan tempat.

Dari pantauan, gundukan sampah itu sudah berlangsung selama bertahun-tahun. Namun seolah-olah tidak ada upaya dari petugas kebersihan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora untuk membersihkannya. Padahal kondisi itu telah mencemari lingkungan.

Rahmad, salah satu warga Cepu, mengaku risih atas keberadaan tumpukan sampah yang berada dipinggir jalan tersebut. “Itu sangat mencederai citra Kota Cepu yang saat ini sedang gencar-gencarnya menghilangkan kesan buruk bahwa Kota Cepu itu sebagai kota yang kumuh,” ujarnya kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (13/8/2013).

Rahmad juga mengaku malu sebagai warga Cepu bila ada sebagian warga lainnya yang belum memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya.”Meski sudah ada tulisan larangan membuang sampah dilokasi tersebut, namun pokok permasalahannya ada di kesadaran masyarakat untuk membuang sampah,” tambahnya.

Baca Juga :   PKL Haul Sunan Bonang Ditertibkan

Menerut dia, bila kesadaran masyarakat tinggi untuk ikut menjaga lingkungannya agar selalu bersih, maka tindakan membuang sampah sampah sembarangan seperti itu tidak akan terjadi.

Karena itu, Rahmad menyarankan, agar  ada sinergitas antara petugas kebersihan dengan masyarakat dalam menyamakan persepsi kebersihan lingkungan.”Memang masyarakat terlalu pintar untuk mencari waktu membuang sampah yang tidak diketahui oleh pihak lain.  Namun bila dari petugas kebersihan yang mengetahui ada tumpukan sampah dan langsung membuangnya ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah, saya yakin wargapun akan enggan membuang sampah ditempat itu lagi,” terangnya.

“Apalagi lokasi pembuangan sampah itu berada persis dipinggir jalan raya dan dekat dengan hutan. Hal itu juga untuk menghindari pembakaran sampah yang dilakukan oleh orang tertentu dan bisa saja bila tanpa control pembakaran bisa meluas ke area hutan jatinya,” pungkas Rahmad.(ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *