Operator Migas Kurang Peduli RTSM

petani sukowati

SuaraBanyuurip.comRirin Wedia

Bojonegoro – Meskipun jumlah Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) di desa ring 1 sumur Minyak dan Gas Bumi (Migas) terdapat penurunan, namun bukan berarti nasib dan kesejahteraan masyarakat diabaikan. Apalagi realitas di lapangan menegaskan jumlah RTSM di sekitar ladang Migas masih banyak.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bojonegoro tahun 2009 menyebut, sejumlah desa ring 1 lapangan minyak Banyuurip, Blok Cepu di Kecamatan Gayam ternyata masih ditemukan RTSM. Bahkan, jumlahnya menyebar di hampir setiap desa.  

Contohnya di Desa Gayam jumlah RTSM sebanyak 90 Kepala Keluarga (KK), Rumah Tangga Miskin (RTM) sebanyak 261 KK, dan kondisi hampir sebanyak 160 KK. Desa Mojodelik jumlah RTSM sebanyak 10 KK, RTM sebanyak 99 KK, dan hampir miskin sebanyak 412 KK. Desa Bonorejo jumlah RTSM sebanyak 74 KK, RTM sebanyak 125 KK, dan kondisi hampir miskin sebanyak 7 KK.

Sementara di desa ring 1 Lapangan migas Sukowati, Blok Tuban ditemukan kondisi tak jauh berbeda. Untuk Desa Ngampel jumla RTM sebanyak 94 KK, Desa Sambiroto sebanyak sebanyak 144 KK RTM, dan  di Desa Campurejo jumlah RTM sebanyak 164 KK.

Kepala Desa Gayam, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Pujiono, mengungkapkan, pada tahun 2013 jumlah warga miskin menurun dari total 511 KK menjadi 365 KK. Hal ini dikarenakan, geliat ekonomi masyarakat setempat mengalami perubahan pesat dengan adanya proyek Blok Cepu. Meskipun masih banyak yang bekerja sebagai buruh tani, namun ada juga yang berwirausaha dengan memanfaatkan peluang usaha.

Baca Juga :   Pembebasan Lahan Gas Jambaran-TBR Belum Jelas

“Tapi yang masih miskin, dan belum bisa mentas (keluar) dari kemiskinannya disebabkan beberapa faktor,” tegas Pujiono.

Dia menjelaskan, masyarakat miskin tersebut diantaranya ada yang hidup sebatang kara dan sudah berumur tua, ada juga yang memang sudah miskin dari keturunannya, serta minimnya sumber daya manusia yang dimiliki.  “Untuk kesejahteraan tetap ada program yang diperuntukkan bagi warga miskin,” tandasnya.

Meskipun demikian, pihaknya kebingungan menentukan kriteria miskin di desanya. Karena, dilihat dari segi fisik seperti bangunan rumah, dan kendaraan roda dua bisa dikatakan kaya, tetapi jika diihat dari segi penghasilan masih menjadi buruh tani. Bahkan tidak memiliki mata pencaharian lagi setelah menjual lahannya. 

Terpisah, Kaur Pemerintahan Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Rasmadji, mengaku, ada penurunan RTSM di desa yang berdekatan dengan Pad B, Lapangan Sukowati, Bok Tuban. Akan tetapi masyarakat yang terhitung miskin hingga kini tidak ada perubahan sama sekali.

“Ya, tetap saja miskin,” tukasnya.

Dia mengungkapkan, dana CSR yang diberikan oleh operator Blok Tuban, Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ)  tidak sepenuhnya menyentuh warga miskin. Karena, dana yang diberikan sudah dialokasikan pada masing-masing program desa seperti infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.

Baca Juga :   EMCL Turunkan Produksi Lapangan Banyuurip

“Banyak sebenarnya program untuk masyarakat, tapi banyak juga yang tidak bisa memanfaatkannya dengan baik,” ujar petani ini.

Dia menjelaskan, pola pikir masyarakat di desanya masih terbelakang. Intinya bekerja atau tidak bekerja tetap mendapatkan uang. Jika diberi pinjaman modal melalui koperasi tidak bisa balik. Bahkan, diberi program ternak malah habis ternaknya tanpa ada hasil apa-apa.

“Ya susah juga mengatur mereka, diberi sosialisasi atau pelatihan cuma datang saja. Mau bagaimana lagi,” katanya datar.

Dia menerangkan, kondisi masyarakat yang miskin di Desa Ngampel bisa dikatakan jauh dari sejahtera. Terbukti mata pencaharian penduduk adalah buruh tani dan serabutan. JOB P-PEJ pun seakan-akan menutup mata dengan kondisi tersebut, merasa sudah memberikan dana lalu lepas tangan begitu saja. 

“Ya seharusnya JOB P-PEJ langsung terjun ke masyarakat, apa yang bisa kami lakukan agar bisa memperbaiki perekonomian. Saya saja sebagai perangkat desa masih belum sejahtera,” terangnya. (rien)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *