SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Diduga akibat sopir terlalu lelah, ambulan Puskesmas Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, menabrak jembatan Merik yang ada di Jalan Gajah Mada, Tuban, Kamis (15/8/2013). Saat insiden ini ambulan diketahui sedang mengangkut pasien dengan sakit jantung menuju RS Medika Mulia Tuban.
Informasi dari lapangan menyebut, kejadian kecelakaan tunggal itu berawal ketika mobil Ambulance dengan Nopol S 8095 EP yang dikemudikan, M Rusidi Andi Kuswanto (48), warga Desa Montong Sekar, Kecamatan Montong, Tuban, melaju dengan kecepatan tinggi dari arah barat.
Saat di lokasi, Ambulance yang sedang membawa pasien sakit jantung tiba-tiba oleng ke kiri. Beruntung ambulance tersebut menabrak pembatas jembatan, sehingga tidak sampai terperosok ke dalam sungai dengan kedalaman tak kurang dari 6 meter.
“Tadi banyak truck besar dari arah timur yang sudah masuk, jadi ya sampai nabrak pagar jembatan karena terlalu ke kiri,” kata sopir ambulan, Rosidi Andi Kuswanto, saat di lokasi kejadian.
Selain itu dia juga mengakui mengemudi dalam keadaan lelah. Lantaran dalam sehari dia lebih dari tiga kali bolak balik dari kecamatan ke kota, yang jaraknya tak kurang dari 25 kilo meter.
“Sudah dua kali rujuk pasien kesini (kota-red), selain itu tadi juga ada dokter yang meninggal dikota sini,” katanya menjelaskan.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Pasien sakit jantung yang dibawa, langsung dievakuasi dan dibawa menggunakan ambulan lain dari RS Medika Mulia. Hanya saja ambulan bagian kiri depan mengalami kerusakan parah, akibat berbenturan keras dengan beton keras pembatas jembatan.
Selain itu, petugas yang datang langsung melakukan olah TKP. Serta mengevakuasi ambulan supaya tidak menimbulkan kemacetan panjang. (edp)