SuaraBanyuurip.com -Â Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Pemerintah Desa (Pemdes) Tengger, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mengkau hingga saat ini belum memperoleh pemberitahuan kelanjutan pekerjaan proyek engineering procurement and constructions (EPC)-2 Banyuurip, Blok Cepu oleh PT. Inti Karya Persada Teknik (IKPT) – PT. Kelsri di wilayah setempat.
“Belum ada pemberitahuan lagi dari IKPT ke desa terkait dengan kelanjutan pekerjaan proyek pipanisasi yang masuk di wilayah Desa Terngger, Mas,” kata Kepala Desa Tengger, Sofwan kepada www.suarabanyuurip.com, Kamis (15/08/2013).
Dia menjelaskan, wilayah Desa Tengger yang terkena proyek pipa itu sepanjang sekira 1,850 kilo meter (km) x 32 meter. Dari total itu, ada lahan milik warga yang dibebaskan langsung dan ada juga yang disewa.
“Yang dibebaskan sekira 12 meter x 1,850 km. Sedangkan yang sewa 20 meter x 1,850 km,” ujar Sofwan, mengungkapkan.
Petinggi desa ini meminta, pihak IKPT sebelum melakukan kembali pengerjaan pipanisasi di wilayah Desa Tengger untuk berkoordinasi dengan pihak Desa. Agar, dalam pengerjaannya nanti tidak memunculkan gejolak bagi warga.
“Koordinasi yang baik itu penting, Mas. Sehingga, gejolak warga setidaknya bisa dielminir,” imbuhnya.
Sekedar diketahui, saat ini proyek pipa 20 inci sepanjang 72 kilo meter yang masuk di sejum desa wilayah Kecamatan Ngasem itu masih berkutat di Desa Jelu. Sedangkan yang masuk wilayah Desa Tengger belum dimulai lagi. Pipa tersebut berfungsi untuk mengalirkan minyak mentah dari sumur Banyuurip sebesar 165 ribu barel per hari (bph)di Desa Mojodelik hingga bibir Pantai Palang, Tuban.(sam)