SuaraBanyuurip.com -Â Samian Sasongko
Bojonegoro – Pergantian cuaca dari musim hujan dan mendadak berubah menjadi kemarau membuat tanaman kacang hijau di sekitar lokasi Sumur Gas Jambaran di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur rusak, bahkan nyaris mati. Daun tanaman banyak yang keriting akibat kekurangan air dan terkena panasnya matahari.
Sulasih, seorang warga Desa Ngasem, mengungkapkan, mendadaknya musim kemarau membuat daun tanaman kacang hijau miliknya banyak yang keriting. Sehingga mengakibatkan pertumbuhan tanaman menjadi tidak maksimal.
“Kalau hama, tidak seberapa, Pak. Karena sekali tempo disemprot. Memang faktor alam saja yang panas sekira seminggu ini,” kata Sulasih kepada www.suarabanyuurip.com, Sabtu (17/08/2013).
Dia menjelaskan, akibat kurang maksimalnya pertumbuhan tanaman kacang hijaunya tersebut terancam gagal memperoleh hasil yang diinginkan.
“Kalau begini ya jelas bisa membuat rugi. Dari modal dua juta rupiah dimungkinan tinggal mendapatkan sekitar satu juta rupiah itu saja sudah ngoyo banget, Pak,” tutur Sulasih.
Senada diungkapkan Jauri, warga Desa Katur, Kecamatan Gayam. Dia mengaku, banyak lahan pertanian yang saat ini mangkrak tidak digarap setelah panen padi beberapa waktu lalu. Alasnnya petani kesulitan mendapatkan air untuk menggarap sawah.
“Sebagaian ada yang ditanami padi, Mas. Tapi hampir mayoritas lahan pertanian di Desa Katur kosong tidak digarap. Karena sulit mencari air,” ungkap Jauri, ditemui di sekitar perempatan pasar Desa Gayam, Sabtu (17/08/2018).
Sulitnya air sekira seminggu yang lalu hingga saat ini mengakibatkan sumur-sumur yang biasanya untuk memenuhi kebutuhan pengolahan lahan juga sudah mulai mengering sumbernya.(sam)