SuaraBanyuurip.com -Â Ririn Wedia
Bojonegoro- Upacara Peringatan 17 Agustus yang ke 68 tahun yang diselenggarakan di Alun-alun Bojonegoro nampak sedikit terganggu dengan banyaknya peserta yang pingsan dan kelelahan. Baik dari kalangan pelajar maupun mahasiswa.
Sekretaris Palang Merah Indonesia (PMI)Bojonegoro, Sukohawidodo, mengungkapkan, jumlah peserta yang tidak dapat mengikuti upacara sampai selesai sebanyak 170 orang. Dengan rincian peserta yang mengalami pingsan sebanyak 65 orang dan kecapekan 95 peserta. Rata-rata dari kalangan pelajar SMP dan SMA.
“Penyebab mereka pingsan karena kondisi tubuh yang kurang fit, dan cuaca yang sangat panas,” kata Sukohawidodo, menerangkan.
Dia mengungkapkan, ada 100 personil dari PMI yang disiapkan untuk mengantisipasi banyaknya peserta yang pingsan dan kelelahan. Meskipun begitu jumlah peserta yang pingsan dan kelelahan menurun dibanding tahun lalu. Karena tahun lalu bertepatan dengan bulan Ramadhan.
“Tahun lalu mencapai 200 an peserta,” tukasnya.
Dari pantauan di lapangan, terik matahari mengiringi upacara bendera HUT RI tahun ini. Akibatnya satu persatu perserta jatuh pingsan karena tak tahan dengan sengatan matahari. Â Tidak itu saja, para pegawai negeri sipil (PNS) yang berdiri di barisan belakang banyak yang berpindah tempat dan mencari tempat berteduh.
“Kok gak malu ya, mereka itu ikut upacara tapi malah duduk-duduk sambil guyonan di belakang,” seloroh salah satu mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Bojonegoro, Santi (20).(rien)