Pasca Lebaran, Penjualan Baju di Cepu Sepi

pasar

SuaraBanyuurip.com - Ali Musthofa

Blora – Pasca lebaran, tepatnya H+7 penjualan baju di sejumlah pasar tradisional di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah kembali sepi seperti hari-hari sebelum puasa dan idul fitri. Meski demikian masih ada sejumlah pembeli yang beli baju baru.

Kondisi itu seperti terpantau di pasar tradisional Mustika Plaza, Pasar Muloyero, dan Pasar Induk Cepu. Jumlah pembeli tidak seramai H-7 lebaran dimana penjual baju sampai kewalahan melayani pembeli.

“Ya itu karena budayanya orang Cepu, khususnya orang tua ketika menjelang lebaran ingin membelikan baju baru untuk anak-anaknya,” kata Imroatus, penjual baju di Pasar Induk Cepu.

Senada juga disampaikan Nafisah, penjual baju di Pasar Mulyorejo, Cepu.  Pembeli baju sekarang ini tak seramai seminggu sebelum lebaran.

“Bila waktu menjelang lebaran bisa menjual minimal sepuluh stel baju baru, setelah lebaran ini hanya sekitar dua tiga stel saja,” timpal Nafisah.

“Itupun mayoritas baju dan pakaian untuk dipakai sehari-hari. Beda kalau kemarin mayoritas yang terjual pakaian muslim saja,” tambah dia.

Baca Juga :   Kejar Target 1200 Kantong Darah/buln

Meski demikian, pedagang memiliki siasat lain untuk mengantisipasi sepinya pembeli. Yakni dengan membeli grosiran dalam partai besar yang kemudian diambil oleh penjual baju lain secara eceran dan sekaligus melayani penjualan eceran sendiri.

Selain itu, pembelian dengan cara membayar untuk beberapa kali angsuran.

“Jenis penjualan ini yang paling disukai pelanggan,” tegas Nafisah.(ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *