SuaraBanyuurip.com -Â Totok Martono
Lamongan – Suburnya tanah tidak selalu berkorelasi dengan tingginya produktivitas tanaman pertanian. Itu seperti yang terjadi masih rendahnya produktivitas jagung di Lamongan, Jawa Timur.
Peneliti utama pada Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur, Muhammad Cholil Mahmud, menyebutkan, rata-rata produktivitas tanaman jagung di Kabupaten Lamongan rendah, yakni sebesar 5,81 ton per hektar. Selain itu, hasil antar kecamatan tinggi, mencapai 2,8 ton perhektar dan produktivitas itu tidak mencerminkan kesuburan lahan.
“Hal ini mengindikasikan bahwa penerapan teknologi tidak optimal,“ ujarnya saat memberikan pengarahan kepada seluruh camat dan penyuluh pertanian Lamongan di Ruang Sasana Nayaka Pemkab Lamongan, Selasa 4 Oktober 2016 kemarin.
Itu adalah data tanaman jagung di tahun 2015, dengan luas area panen 54.393 hektar dan produksi tercatat mencapai 323.549 ton.
Cholil menyebut, selama enam tahun terakhir, di periode tahun 2010 hingga 2015, produksi jagung Lamongan naik dari 279.655 ton menjadi 323.549 ton, atau sebesar 15,7 persen. Kenaikkan produksi itu, menurut dia, lebih banyak disumbang oleh kenaikkan produktivitas.
“Yakni 62,74 persen, dari pada penambahan luas panen yang sebesar 37,26 persen,” ucapnya.(tok)