SuaraBanyuurip.com -Â Ali Musthofa
Blora – Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Blora, Jawa Tengah mencatat masih ada 36 dusun di wilayahnya yang hingga saat ini belum teraliri listrik dari perusahaan listrik negara (PLN).
Menurut Kepala Dinas ESDM, H Setyo Edy, dari jumlah itu, tahun ini ada satu dusun yang mendapatkan bantuan pembangunan jaringan listrik dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Proyek tersebut berada di Dusun Krangkang, Desa Galuk, Kecamatan Kedungtuban. Bantuan itu berupa pembangunan pal dan peralatan serta infrastruktur jaringan listrik.
“Saat ini masih tahap pengerjaan. Anggarannya sekitar 300 juta,” katanya.
Edy menjelaskan bila nanti proyek itu selesai diperkirakan listrik akan bisa dinikmati 50 rumah atau 50 kepala keluarga (KK) yang ada di dusun tersebut.
“Jadi mereka tidak lagi menyalur listrik dari dusun sebelah dengan kabel dan penyangga sederhana, Â sehingga sangat membahayakan keselamatan,” tegas dia.
Minimnya anggaran di Dinas ESDM membuat Edy harus kerja ekstra untuk bisa mendapatkan bantuan, baik itu dari provinsi maupun dari pusat. “Coba bayangkan, anggaran listrik dinas kami hanya 100 juta, sedangkan Bojonegoro mencapai 4 milyar. Jadi tidak bisa hanya mengandalkan dari APBD,” imbuh Edy, mengungkapkan.
Pihaknya berharap Kementerian ESDM memberi proyek bantuan pembangunan listrik untuk warga Blora. “Proposal pengajuan ke Kementerian ESDM sudah kita ajukan, semoga segera terwujud,” tandas Edy.
Dia mengungkapkan, sebetulnya Pemkab Blora pernah mendapat  bantuan berupa pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dari Kementerian ESDM. Namun bantuan itu belum mampu menyentuh 35 dusun yang belum ada aliran listrik. Puluhan dusun yang belum teraliri listrik dikarenakan lokasinya dekat dengan wilayah hutan.
“Topografi wilayah hutan jati dan perbukitan menjadikan dusun itu sulit dialiri listrik,” pungkas Edy.(ali)