Jurnalis Bojonegoro Tuntut Kasus Udin Dituntaskan

SuaraBanyuurip.comAthok Moch Nur Rozaqy

Bojonegoro-Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bojonegoro menggelar unjuk rasa menuntut pihak berwajib segera mengusut kasus pembunuhan wartawan Bernas Yogjakarta, Fuad Muhammad Syarifuddin (Udin) yang belum juga kelar hampir 17 tahun. Aksi dilakukan di Bundaran Sumbang, Kecamatan Bojonegoro, Selasa (20/8/2013).

Sejumlah wartawan melakukan orasi secara bergantian. Selain berorasi, para jurnalis yang terdiri dari media nasional dan lokal ini membentangkan beberapa poster bertuliskan tuntutan dan membagikan selebaran yang berisikan kronologis kepada penguna jalan raya maupun warga yang melihat.

“Atas nama kebebasan pers dan penegakan demokrasi, kami dari Solidaritar wartawan Bojonegoro menuntut dengan tegas agar kasus Udin segera ditangani,” kata Salah satu wartawan, Dedi Mahdi As-Salafy, Selasa (20/8/2013).

“Jurnalis dan pers sebagai bagian dari pilar demokrasi. Apabila kasus udin tak juga terselesaikan sama halnya mincederai kebebasan pers,”  tegas jurnalis lain, Bambang Yulianto.

Perwakilan Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro yang di wakili Kapolsek Kota Bojonegoro, Kompol Suroto menemui para Jurnalis dan berjanji akan menyampaikan aspirasi kepada Kapolri.

Baca Juga :   Dugaan Pungli Rekrut PNS oleh Oknum Pegawai, RSUD : Tidak Ada Hubungan dengan Institusi

“Kami akan berupaya, pesan dan aspirasri rekan jurnalis akan kita sampaikan,” ujarnya.

Dari bundaran, aksi solidaritas ini kemudian dilanjutkan ke depan kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro. Mereka meminta agar pemkab Bojonegoro mendukung atas sikap dari jurnalis ini.

Sementara itu, Ketua AJI Bojonegoro, Sujatmiko, mengatakan, selain tuntutan terhadap kasus udin, AJI Bojonegoro meminta agar jurnalis menjaga netralitasnya. Aksi juga diikuti dari unsur  jurnalis diluar keangotaan AJI yang turut menyuarakan dan mengecam tindakan represif oleh jurnalis.

Sebagaimana diketahui, kematian Fuad Muhammad Syarifuddin atau Udin Bernas, masih menjadi misteri. Siapa pembunuh dan dalang dibalik kematian sang kuli tinta itu belum juga terkuak. Tinggal menghitung mundur waktu, 16 Agustus 2014 kasus tersebut kadaluwarsa.
Udin dibunuh terkait pemberitaan dugaan penyimpangan dana yang melibatkan Bupati Bantul saat itu, Sri Roso Sudaremo, yang merupakan Kolonel dari Angkatan Darat, 16 Agustus 1996. Tiga hari sebelumnya, Kamis 13 Agustus, Udin dianiaya orang tak dikenal di rumah kontrakan di Jalan Parangtritis KM 13, Bantul. Bertepatan dengan hari kemerdekaan, jenazah Udin dimakamkan. (roz)

Baca Juga :   Hujan Es Rusak Atap Teras Rumah Warga Blok Cepu

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *