SuaraBanyuurip.com -Â Ali Musthofa
Blora – Pemasangan jaringan gas (jargas) proyek city gas di wilayah Desa Wado, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora, Jawa Tengah mendapat komplain warga setempat. Warga meminta agar Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (RSDM) Blora menambah kuota penerima dan pelebaran lokasi perumahan warga yang dialiri jargas.
Komplain secara tertulis yang dilayangkan kepada Dinas ESDM Blora itu ditandatangani Kepala Desa Wado, Kasdi. Dalam komplainya disebutkan agar pemasangan jargas juga dilakukan untuk warga yang tinggal di sebelah selatan rel kereta api. Tidak hanya di sebelah utara rel saja.
Kasdi juga menyebut jumlah warga yang berada di sebelah utara rel jauh lebih sedikit dibanding jumlah warga di sebelah selatan rel.
Menanggapi komplain itu, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Setyo Edy menyatakan, belum bisa dilakukan karena akan membutuhkan biaya yang lebih tinggi dan waktu yang lama. “Sebetulnya waktu sosialisasi dulu sudah dijelaskan dan pihak kepala desa sudah menyadarinya, tapi kenapa kok masih mengirim surat,” kata Edy.
Disamping itu, permintaan pemasangan jargas di selatan saat ini sulit terealisasi karena posisi penanaman pipa saluran utama berada di sebelah utara rel. Karena harus membuat cross rel yang membutuhkan perijinan yang panjang.
“Ijinnya sampai ke Bandung,” tegas Edy.
Menurut dia, pemilihan lokasi pemasangan tahap awal  di sebelah utara rel itu berdasarkan hasil survey sebelum proyek city gas dimulai pengerjaannya. “Kalau dipasang selatan rel itu harus motong rel masang jargasnya. Maka secara teknis, ekonomi, serta keselamatan sudah dikaji secara mendalam,” ungkap Edy, menjelaskan.
Meski demikian Dinas ESDM berjanji akan mengajukan proposal ke pemerintah pusat untuk menambah kuota. Karena penamabahan itu membutuhkan biaya tinggi.
Untuk diketahui, proyek pemerintah yang ditargetkan selesai pada 31 Desember 2013 itu akan mulai beroperasi tahun 2014. Proyek itu menelan biaya senilai Rp 40 milyar yang bersumber dari Kementerian ESDM. Sedangkan untuk pemasangan jargas ke rumah tangga sasaran gratis.(ali)