SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Keberadaan gas buang dari hasil pengeboran milik Pertamina Eksplorasi dan Produksi (PEP) disejumlah titik dikawasan Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, diharapkan dapat dimanfaatkan untuk warga setempat. Karena sampai saat ini gas itu terbuang percuma.
 “Daripada dibuang begini, mending digunakan warga untuk kebutuhan rumah tangga,†harap Nati, salah satu warga setempat.
Gas yang dimaksud warga itu merupakan gas hasil dari pengeboran minyak mentah sumur tua di Desa Banyuurip yang tersebar disejumlah titik yang keluar melalui pipa kecil. Gas itu dapat menyala apabila dibakar.
Menurut sejumlah warga yang ditemui, sebenarnya gas tersebut bisa dimanfaatkan apabila dihubungkan dan disalurkan menggunakan pipa kerumah warga. Sehingga mereka tidak perlu lagi menggunakan kayu bakar ataupun membeli gas LPG untuk memasak.
“Kalau saja gas ini boleh disalurkan ke pipa dan dimasukkan kerumah warga maka kami tidak perlu lagi membeli gas LPG,†sambung Suwarno, salah satu warga lain.
Menanggapi masalah ini, Sekretaris Desa (Sekdes) Banyuurip, Abdul Haris, mengatakan bahwa keinginan warga setempat sudah pernah dibicarakan dengan PEP. Tapi mereka tidak dijinkan dengan berbagai pertimbangan.
“Disini banyak gas buang itu, dulu katanya mau dikelola perusahaan tapi kabarnya tidak jadi karena kurang memiliki nilai ekonomis,†tegas Abdul Haris. (edp)