SuaraBanyuurip.com – Athok Moch Nur Rozaqy
Bojonegoro – Harga lahan di Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur mencapai Rp.500 ribu sampai Rp.1 Juta per meter. Diperkirakan, tingginya harga tanah di wilayah itu salah satunya dikarenakan akan adanya proyek Gas Cepu.
“Kalau dipinggir jalan bahkan sampai Rp.1 juta permeter,” kata Camat Padangan, Gunardi saat dikonfirmasi SuaraBanyuurip.com, Kamis (22/8/2013).
Hanya saja, Gunadi belum bisa memastikan melonjaknya harga lahan di wilayah Padangan ini akibat akan adanya proyek Gas Cepu. Karena harga lahan setiap tahun cenderung mengalami kenaikan. Hal itu disesuaikan dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang berlaku.
“NJOP sekarang disekitaran Rp.200 ribu mas,” ungkap dia.
Sementara itu, Pejabat sementara (Pjs) Kepala Desa Cendana, Kecamatan Padangan, Agus Priyono sebelumnya menyatakan harga lahan di desanya berada dikisaran harga Rp.150 ribu sampai Rp.200 ribu permeternya. Bahkan, sudah mulai mengalami kenaikan.
“Ada yang mematok harga Rp.300 ribu permeternya,” sambung Agus.
Kendati begitu, dia juga belum bisa memastikan naiknya harga lahan tersebut terkait akan adanya proyek. “Tidak tau mas, yang punya lahan kebetulan tergolong dari orang mampu, mungkin saja dijual lebih mahal,” kata pria yang juga menjab Kepala Dusun (kasun) Cendana tersebut.
Untuk diketahui, wilayah Padangan merupakan salah satu wilayah di Kabupaten Bojonegoro yang akan menjadi lokasi pengembangan proyek Gas Cepu. Yakni mengunitisasi Lapangan Gas Jambaran di Desa Bandungrejo, Kecamatan Ngasem dengan Lapangan Tiung Biru (TBR) di Desa Kalisumber, Kecamatan Tambakrejo dan terintergrasi dengan Lapangan Cendana di Desa Cendana, Kecamatan Padangan.(roz)