Kontraktor Tanggapi Tuntutan Warga

jalan rusak

SuaraBanyuurip.comAli Musthofa

Blora – Aksi penanaman pohon pisang di lokasi pembangunan jalan Tambakromo, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah oleh warga setempat mendapat tanggapan positif dari managemen PT. Sempalan Teknologi Nasional Kudus, kontraktor pelaksana proyek. Tanggapan itu dituangkan dalam surat pernyataan kesanggupan untuk segera melanjutkan pengerjaan.

Surat tersebut ditandangani oleh Supa’at, Pengawas pekerjaan dari  Bina Marga Jawa Tengah dan Rokhim Sutopo, ST.MT, Direktur PT. Sempalan Teknologi Nasional.  Surat tersebut diberikan kepada pemerintah desa setempat, tokoh masyarakat, serta beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ikut mengawal pelaksanaan proyek tersebut.

Humas LSM Lentera Cepu, Eko Hari Purnomo, kepada SuaraBanyuurip.com mengungkapkan, isi surat intinya tentang kelanjutan pelaksanaan proyek menjadi tanggup jawab kontraktor.

Dalam surat itu kontraktor menuliskan pernyataannya bila ada sedikit keterlambatan dalam pelaksanaanya dan akan segera melanjutkan pengerjaannya.

“Pelaksanaanya akan dilakukan secepat mungkin, paling lama terhitung sejak 5 (lima) hari setelah  surat pernyataan ini dibuat. Dalam surat itu tertulis per tanggal 20 Agustus,” kata Eko, Kamis (22/8/2013).

Baca Juga :   Satpol PP Bidik Tower Bodong

Eko berharap hal ini bisa mengobati kekecewaan warga sekitar yang menjadi korban molornya pengerjaan proyek ini. “Kita tunggu bersama-sama saja ittikad baik dari kontraktor ini,” tambahnya.

Diketahui, puncak kemarahan warga diwujudkan dengan penanaman pohon pisang, pembuatan kolam di tengah jalan, membuat tempat sampah, serta menggunakan lokasi penjemuran pakaian dengan berbagai tuntutan dan hujatan dalam tulisan yang ditaruh disepanjang jalan yang sedang dibangun.

Penanaman pohon diproyek jalan yang bersumber dari APBD Provinsi Jateng itu dimulai dari sebelah barat Stasiun Pengisian Bahan Bakar Minyak (SPBU) Cepu tepatnya setelah trafich light, depan Bravo Cepu, hingga sepanjang 500 meter arah Cepu-Randublatung yang menuju Purwodadi. Meski ditanami pisang, kondisi jalan masih bisa dilewati karena penanaman dilakukan ditengah-tengah jalan. Aksi itu dimulai warga sejak malam peringatan 17 Agustus hingga saat ini Kamis,(23/8/2013) masih berlangsung.(ali)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *