Polisi Lamongan Diintruksikan Berpakaian Preman

SuaraBanyuurip.comTotok Martono

Lamongan-Maraknya serangan terhadap anggota polisi belakangan ini, membuat Polres Lamongan bersikap waspada agar tidak menjadi korban. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan tidak berpakaian seragam saat berangkat maupun pulang dinas.

Menurut Kabag Humas Polres Lamongan AKP Moch Umar Dami, sejak maraknya teror penembakan terhadap anggota polisi yang dilakukan orang tidak bertanggungjawab, Kapolres Lamongan AKBP Solehan S.I.K telah mengintruksikan kepada semua jajaran kepolisian di Lamongan, baik di Polres maupun di 27 Polsek untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan bersikap hati-hati.

“Sesuai intruksi Kapolres semua anggota agar tidak berpenampilan menyolok saat berangkat dan pulang kerja. Diharapkan berpakaian preman,dan baru memakai pakaian dinas saat ditempat tugas,” kata Umar Dami kepada SuaraBanyuurip.com, Kamis (22/8/2013).

Dia menerangkan, himbauan Kapolres Lamongan tersebut meneruskan intruksi dari Kapolri dan Kapolda Jawa Timur. Umar Dami mengaku,  sampai saat ini belum ada anggota yang mengeluh tentang ribetnya t harusnya bergonta-ganti pakaian.

“ Yang penting kebijakan tersebut dilakukan demi keamanan dan keselamatan anggota,” tandas lelaki yang tinggal di Kecamatan Sugio ini.

Baca Juga :   54 Rumah di Sukorejo Terendam Banjir, Warga Memilih Bertahan

Seperti diketahui, dibeberapa tempat marak penyerangan terhadap anggota polisi. Yang terakhir,Dua anggota Kepolisian Sektor Pondok Aren menjadi korban penembakan orang tidak dikenal di Jalan Graha Raya Pondok Aren, Tangerang, Jumat malam, 16 Agustus 2013 sekira pukul 21.30. Keduanya tewas dengan luka tembak di kepala.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *