SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Undangan Gubernur Provinsi Compostela Valley, Philipina dan Pemerintah Ghana, Afrika Selatan menjadi kesempatan emas bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur untuk memperkenalkan Bumi Angling Dharma sebagai kota minyak ditingkat internasional.
Sebab selama ini, Bojonegoro yang memiliki luas 235.000 hektar (ha) dengan lahan pertanian kurang lebih seluas 78.000 ha, dan berpenduk 1.209.334 jiwa yang 80 persen bermata pencaharian sebagai petani, kini hampir seluruh kawasannya menjadi ladang minyak.
Bupati Bojonegoro, Suyoto mengungkapkan, dengan adanya proyek nasional ini, Bojonegoro akan semakin dikenal secara luas tidak hanya nasional tetapi internasional. Bahkan, negara lain mulai tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang potensi minyak yang ada di Bojonegoro.
“Saya telah menyampaikan peluang dari potensi migas untuk kesejahteraan berkelanjutan dalam pertemuan itu. Mereka kagum dan memuji, serta semakin tertarik dengan potensi yang ada di Bojonegoro,” ujarnya Suyoto.
Dirinya mengungkapkan, dalam diskusi itu dirinya juga memaparkan latar belakang dan tujuan dibuatnya Perda No 23 Tahun 2013 tentang Konten Lokal kepada negara-negara lain yang memiliki potensi sumber daya alam (SDA).
“Saya juga sampaikan bagaimana Bojonegoro mengambil peluang industrialisasi migas untuk kesejahteraan rakyat secara berkelanjutan. Salah satunya adalah bersikap proaktif terhadap kesuksesan eksplorasi dan eksploitasi migas,†tegas Kang Yoto-sapaan akrab Bupati Suyoto.
Untuk diketahui, Bupati Suyoto menghadiri undang Gubernur Provinsi Compostela Valley, Philipina, Kamis hingga Jum’at (22-23/8). Kemudian, dilanjutkan ke Ghana (Africa) menghadiri undangan ford foundation pada Sabtu hingga Minggu (25-26/8/2013). Undangan itu untuk membicarakan masalah industri migas di masing-masing daerah.(rien)