SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Meski sudah dilakukan penyiraman sepanjang jalan masuk lokasi dan sekitar proyek Banyuurip, namun polusi debu dari tanah urug sekitar proyek masih beterbangan kepemukiman warga. Hal itu dikarenakan sekarang ini telah memasuki musim kemarau yang disertai angin.
Warga Dukuh Puduk, Desa Bonorejo, Bojonegoro, Munawir, mengeluhkan kurangnya penyiraman untuk meminimalisir polusi debu. Akibatnya debu terbawa angin dan menempel di tanaman pertanian maupun genteng rumah warga.
“Saya harapkan ada penyiraman yang maksimal agar polusi debu bias ditekan,” tuturnya kepada www.suarabanyuurip.com, jumat (23/08/2013).
Pria yang rumahnya persis di barat proyek Kampung Tunnel itu menjelaskan, polusi debu itu terjadi sejak sekira satu minggu.
Senada diungkapkan warga Bonorejo lain, Sarni. Dia mengaku hampir setiap jam dan bahkan menit membersihkan meja tempat dagangannya akibat banyak debu yang menempel. Apalagi ketika sedang ada mobil umum maupun kendaraan proyek melintas membuat debu beterbangan.
“Harusnya ada penyiraman secara maksimal disetiap titik jalur yang ada disekitar lokasi proyek,” saran Sarni.(sam)