SuaraBanyuurip.com – Totok Martono
Lamongan – Pembangunan drainase (saluran air) di Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat, Lamongan, Jawa Timur, sejak seminggu terakhir kerap menimbulkan kemacetan panjang di Jalan Raya Babat-Jombang.
Dari pantauan, akibat pembangunan drainase yang membelah jalan raya tersebut, kemacetan terjadi hingga berkilo-kilo meter. Dari arah utara (Jombang) kemacetan mengular hingga sekitar 4 kilometer. Begitu pula kemacetan yang terjadi dari arah selatan (Babat) penumpukan kendaraan hingga 3 kilometer.
Jalan raya babat-Jombang merupakan jalur padat kendaraan karena termasuk jalan propinsi. Jalan Babat – Jombang ini merupakan jalan utama kendaraan menuju ke sejumlah kota di Jawa Timur seperti Malang, Kediri dan Mojokerto, dan kabupaten lainnya.
Kemacetan panjang terjadi disebabkan kendaraan dari dua arah harus bergiliran melintas karena adanya penggalian drainase yang membelah jalan. Sementara kendaraan berat ekskalator yang mengeruk tanah berada dibadan jalan. Akibatnya kondisi itu dikeluhkan oleh masyarakat setempat. Selain banyaknya debu yang berterbangan akibat pengerukan oleh ekskalator, juga bising oleh deru mesin kendaraan dan knalpot kendaraan yang tidak sabar menunggu untuk jalan.
“Setiap hari debunya beterbangan pekat sekali mas. Selain itu juga bising oleh deru mesin kendaraan dan klakson kendaraan yang bersahut-sahutan karena tidak sabar macet,” kata  Sukran, warga Banaran, Senin (26/8/2013).(tok)