SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo
Tuban – Puluhan alat pengeboran bekas yang ada di Desa Banyuurip, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, hingga kini mangkrak. Besi-besi tersebut terlihat teronggok di pinggir jalan desa setempat, Selasa (27/8/2013).
Pantauan di lokasi, alat yang kebanyakan terbuat dari baja dan besi tersebut berada di sejumlah titik. Berada di pinggir jalan-jalan lingkungan desa tanpa ada pagar pengaman atau pagar pembatas. Kondisi ini tentunya rawan aksi pencurian, atas aset milik negara tersebut.
Selain itu, sejumlah alat yang dengan bobot yang ditaksir mencapai puluhan ton tersebut. Saat ini dalam kondisi berkarat. Beberapa warga yang ditemui mengaku kondisi ini telah berlangsung lama.
 “Ini bekas sumur yang dibor, Mas, alatnya masih ada disini,†kata Suwarno, salah satu warga setempat yang menunjukkan kepada SuaraBanyuurip.com.
Dia juga mengaku, tidak tahu apa yang akan dilakukan perusahaan kepada peralatan tersebut. Banyaknya alat bekas pengeboran yang mangkrak, karena di desa tersebut saat ini banyak sumur tua yang sudah tidak bisa beroperasi lagi.
“Dulu disini banyak sumur yang beroperasi, sekrang tinggal 3 sumur saja,†tambah Warno, sapaan akrab pria ini.
Diketahui, dahulu tidak kurang dari 60 sumur tua yang ada Desa Banyuurip, atau yang selama ini dikenal dengan sebutan sumur Kawengan. Saat ini, dua sumur tua yang masih tersisa dikelola oleh Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP) Asset 4 Field Cepu. (edp)