Lamongan Prospek Terapkan BBG

bbg

SuaraBanyuurip.com - Totok Martono

Lamongan- Kabupaten Lamongan, Jawa Timur memiliki prospek untuk menjadi daerah pengguna energi non bahan bakar minyak (BBM), yakni bahan bakar gas (BBG). Salah satunya menggunakan jenis CNG atau compressed natural gas.

Tercatat, di Lamongan dari sekira 720 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ada, sebanyak 100 SPBU diantaranya dilalui pipa gas. Sementara sisanya, 620 SPBU akan menjadi penyalur CNG di Gresik dan Mojokerto. Sementara suplai gasnya bisa diperoleh dari WMO, Kodeco dan KEI.

Namun penggunaan BBG jenis LCNG atau liquid to compressed natural gas memiliki sejumla keunggulan ekonomis dibanding CNG. Dengan LCNG, kebutuhan listriknya hanya 25 MW.

“Sedangkan kebutuhan CNG mencapai 500 MW,” kata perwakilan Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Jatim, Imam Asy’ary pada sosialisasi hemat energi di Ruang Sabha Dyaksa Pemerintah Kabupaten Lamongan.

Selain itu, lanjut Imam, CNG juga membutuhkan biaya transport yang mahal karena volume gas yang bisa dibawa maksimal 11 ribu meter kubik untuk setiap pengiriman. Sedangkan kapasitas yang bisa dikirimkan LCNG mencapai 33 ribu meter kubik. Jenis LCNG ini juga bisa disimpan sebagai stok layaknya BBM.

Baca Juga :   Tajak Sumur BNG - BBE 01 Belum Jelas

Menurut Imam, Indonesia tidak bisa selamanya mengalami ketergantungan terhadap BBM. Karena untuk untuk mencukupi kebutuhan BBM dalam negeri ini, harus melakukan impor.

“Untuk itu diperlukan diversifikasi penggunaan energi dengan mengenjot penggunaan energi diluar BBM,” tegas Imam.

Untuk memenuhi kebutuhan BBM dalam negeri, beban subsidi APBN semakin bengkak. Dalam PAPBN 2013, dari total Rp348 triliun belanja subsidi, Rp 200 triliun diantaranya untuk subsidi bahan BBM.

Melihat kondisi itu, Asisten Ekonomi Pembangunan Sekretaris Daerah Lamongan, Mochammad Faiz Junaidi menekankan perlunya penerapan langkah-langkah penghematan energi yang istiqomah dan konsisten.

“Karena itulah acara sosialisasi hari ini menjadi penting. Agar setidaknya aparatur pemerintahan bisa menjadi yang terdepan dalam menerapkan penghematan energi dan air. Kemudian agar itu ditularkan kepada lingkungan sekitarnya,” pesan dia.(tok)

»Follow Suarabanyuurip.com di
» Saluran WhatsApp Channel SuaraBanyuurip.com


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *