SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro– Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) di Desa Ring 1 lapangan Migas Sukowati, Blok Tuban yaitu Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Â Kabupaten Bojonegoro tidak seantusias desa tetangganya Desa Campurejo, Kecamatan Bojonegoro.
Tokoh masyarakat Desa Ngampel, Pamuji (48), mengungkapkan dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 1.263 orang, ada sebanyak 864 orang yang hadir, dan tidak hadir sebanyak 399 orang.
“Ya bisa menilai sendiri, Mbak, kalau jumlah ketidakhadiran untuk nyoblos segitu termasuk antusias atau tidak,” tegasnya.
Pria yang aktif di organisasi desa ini mengaku, tingginya angka Golput atau ketidakhadiran warga saat mencoblos dikarenakan pekerjaan. Sebagian besar warga Desa Ngampel bekerja sebagai buruh bangunan yang waktu kerjanya dari subuh sampai malam menjelang.
“Mereka milih kerja karena tidak diliburkan bosnya,” tukasnya tanpa menyebut dimana tempat warga bekerja.
Namun begitu ada kesamaan dengan desa lainnya yaitu pilihan Cagub Cawagub no 1 yaitu Karsa (Sukarwo-Saifullah Yusuf) mendominasi suara sebanyak 398 suara, disusul pasangan no 2 Berkah (Khofifah-Herman) sebanyak 347 suara. Posisi ketiga diraih pasangan no 3 Jempol (Bambang-Said Abdullah) sebanyak 54 suara, dan pasangan terakhir diraih 8 suara oleh Egi Sudjana-M Sihat.
“Kalau kami disini harapannya ya sama dengan kempemimpinan di daerah,intinya harus bisa mensejahterakan warga,” tukasnya.
Dia mengatakan, siapapun pemenangnya nanti harus bisa mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan Sumber Daya Manusia di Bojonegoro khususnya desa Ngampel yang masuk Ring 1 Lapangan Sukowati. Biar saja generasi tua menjadi buruh, namun dengan peningkatan kualitas pendidikan generasi muda bisa meraih sukses dan berguna bagi orang tua,bangsa dan negara.
“Semoga ada program yang benar-benar meningkatkan kualitas SDM utamanya generasi muda sekarang,” imbuhnya. (rien)