SuaraBanyuurip.com – Edy Purnomo- Ririn Wedia
Tuban – Tingkat kehadiran masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur, Kamis (29/8/2013), cukup rendah. Terbukti hingga pukul 12.00 wib, sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Kabupaten Tuban dan Bojonegoro, lengang. Kondisi ini tentunya akan menjadikan angka golput tinggi.
Pantauan dilapangan, sejumlah TPS yang didatangi SuaraBanyuurip.com tampak lenggang. Bahkan tidak ada antrian sedikitpun seperti pada pemilihan umum biasanya.
“Dari tadi ya begini, warga datang tidak perlu antri seperti pada pemilu biasanya,” kata salah satu anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban.
Kondisi sepi juga dialami sejumlah TPS yang ada di Kecamatan Semanding. Disini, beberapa warga yang mempunyai hak pilih bahkan terlihat melakoni aktifitas mereka biasanya seperti bertani dan sebagainya.
“Warga banyak yang tidak ke TPS sepertinya. Soalnya dari tadi saya lihat hanya satu dua orang saja yang datang bergiliran,” terang Suantoko, salah satu warga Desa Genaharjo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
Sementara itu di Kecamatan Senori Kabupaten Tuban, hanya sebagian TPS saja yang terlihat ramai. TPS tersebut biasanya merupakan lingkungan dari beberapa tokoh masyarakat yang mempunyai pengaruh.
“Kalau disini hanya sebagian saja yang ramai, selain itu ya sepi,” terang salah satu anggota Panwascam Senori, Abdul Matin, kepada SuaraBanyuurip.com.
Kondisi tak jauh beda juga terlihat di Kabupaten Bojonegoro. Di TPS 05 Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, juga terlih sepi. Hingga penutupan pencoblosa, dari 422 pemilih diperkirakan hanya separuhnya yang menggunakan hak pilihnya.
“Prediksi kita paling sekitar 200 an yang nyoblos, Mas,†sergah Ketua KPPS TPS 05 Desa Ngumpakdalem, Madrowi. (edp/rien)