SuaraBanyuurip.com -Â Ali Imron
Tuban - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Satya Widya Yudha bersama Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Ego Syahrial, langsung menguji coba alat konverter kit BBM ke BBG milik nelayan Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Bertempat di perairan kawasan Mangrove Center Tuban (MCT) Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, rombongan menaiki perahu nelayan berputar hingga jarak 1 Kilometer (Km).Â
“Sesuai prediksi penggunaan konverter kit ini tidak bising,†ujar Yudha kepada suarabanyuurip.com, di atas perahu nelayan, Rabu (20/9/2017).
Penggunaan alat ini juga ramah lingkungan. Tidak ada asap yang keluar ketika mesin dinyalakan. Bahkan kekuatan melaju perahu cukup kuat, setara penggunaan BBM jenis premium atupun Solar.
Politisi partai Golkar Dapil 9 wilayah Tuban-Bojonegoro ini berpesan, sebelum melaut nelayan wajib memastikan peralatan tersebut berfungsi. Perawatan rutin sangat penting, guna keselamatan sekaligus keamanan di laut.
“Apapun permintaan nelayan silahkan sampaikan nanti kita bantu cari solusinya,†tambah pria kelahiran Madiun tersebut.
Dirjen Migas, Ego Syahrial menegaskan, bantuan mesin untuk nelayan Tuban murni kerja keras dari Komisi VII DPR RI. Lembaganya hanya bersifat pelaksana, menyediakan peralatan tersebut.
Sebagai wakil rakyat Tuban di pusat, tak salah bila Satya W. Yudha memprioritaskan bantuan yang bersumber dari APBN. Ditargetkan setiap tahun, bantuan untuk Bumi Wali (sebutan lain Tuban) bertambah. Baik bidang perikanan, pertanian, maupun lain-lain.
“Kebetulan Komisi VII bergerak di bidang Migas,†ungkap pria yang baru dilantik pada bulan Agustus 2017 lalu.
Setelah menguji coba langsung konverter kit, Ego Syarial merasa puas. Tanpa ada asap, bising, maupun gelombang serupa pemakaian BBM. Apabila peralihan ini sudah menyeluruh, dipastikan wilayah perairan Indonesia akan lebih sehat untuk ekosistem laut.
Setelah menggunakan konverter kit sejak 2016 lalu, nelayan Desa Kaliuntu, Kecamatan Jenu, Kasnaji, mengaku lebih irit. Dimana satu tabung LPG melon 3 Kg, mampu bertahan hingga tiga hari. Apabila menggunakan BBM bisa tiga sampai empat liter.
“LPG cukup Rp17 ribu per tabung,†ungkapnya.
Sebelum melakukan uji coba langsung, Satya W. Yudha bersama Ego Syahrial melakukan diskusi bersama nelayan. Beberapa hal yang dibahas soal pengajuan bantuan alat tangkap, asuransi nelayan, hingga larangan penggunaan Cantrang.(Aim)