SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Warga desa sekitar lokasi sumur minyak Tiung Biru (TBR) meminta kepada operator sumur minyak TBR, Pertamina Eksplorasi dan Produksi (Pertamina EP) Aset 4 Field Cepu untuk memberikan pelatihan tentang dunia minyak dan gas bumi (Migas). Permintaan itu agar masyarakat lebih memahami bagaimana sebenarnya proyek Migas.
Informasi yang diperoleh dari sekitar lokasi TBR menyebut, tujuannya pelatihan itu dilakukan tak lebih agar warga sekitar bisa mengetahui secara jelas dan gamplang terkait dengan dunia perminyakan. Lain dari itu pastinya juga akan meningkatkan pengetahuan masalah Migas bagi warga.
Warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Tambakrejo, Kabyupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sugiyanto, mengaku, sejak 2008 silam Pertamina EP Asset 4 Field Cepu mulai mengoperasikan sumur TBR hingga saat ini, belum pernah melakukan program pelatihan kepada warga sekitar terkait dengan migas. Oleh karena itu, sangat didambakan warga tentang program pelatihan didunia perminyakan tersebut.
“Tujuannya, selain warga bisa faham ke depan pastinya juga bisa mencetak warga lokal kususnya kaum pemuda untuk menjadi generasi penerus yang lebih baik lagi. Utamanya di bidang perminyakan,” ungkap Sugiyanto, ditemui di sekitar lokasi TBR, Kamis (29/08/2013).
Senada diungkapkan warga lain, Guruh. Mneurutnya, harapan itu tak hanya sekadar pelatihan saja. Namun, juga terkait dengan pemberian sertifikasi oleh Pertamiana EP Asset 4 Field Cepu kepada peserta pelatihan. Tujuannya, ketika perusahaan membutuhkan tenaga kerja tak perlu lagi mengambil orang dari luar daerah. Baik unskill maupun yang skill. Cukup dengan melibatkan warga lokal yang disesuaikan dengan hasil sertifikasi yang didapatnya dari Pertamina EP Asset 4 Field Cepu.
“Saya yakin jika semua saling menanamkan komitmen kepercayan diantara kedua belah pihak, dan serius dalam belajar-mengajar pasti harapan warga itu pasti akan terwujud,” sambung Guruh.
Dikonfirmasi terpisah tanggapan usulan warga itu, Humas Pertamian EP Asset 4 Field Cepu, Kartika Tiara Sari, melalui pesan pendek, Kamis (29/08/2013) hingga berita ini diturunkaan belum ada jawaban. (sam)