SuaraBanyuurip.com -Â Pemerintah menargetkan lifting migas tahun 2019 sebesar 2,02 jua barel. Target tersebut meningkat dibanding tahun 2018 sebanyak 2 juta barel.
Namun target lifting 2018 lalu tidak tercapai. Dari target 2 juta berel, terealisasi 1,92 juta barel setara minyak atau sebesar 95,85% atau turun 3,42% dari realisasi tahun sebelumnya.
Agar tidak terulang seperti tahun 2018 lalu, berbagai upaya akan dilakukan pemerintah untuk mencapai target lifting di 2019. Salah satunya menggenjot produksi migas.
“Untuk produksi dari lapangan-lapangan migas eksisting berusaha dilakukan peningkatkan produksi. Semua usaha kita lewati,†kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar dilansir dari laman setkab.go.id.Â
Dijelaskan, ada tiga tahapan strategi untuk menggenjot produksi miga. Yakni jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
Jangka pendek yang akan dilakukan salah satunya melakukan Fracturing, balanced drilling untuk mempercepat produksi dari lapangan existing dalam jangka 2 – 3 tahun.Â
Untuk jangka menengah, Pemerintah tengah menggalakkan Enhanced Oil Recovery (EOR) untuk aset yang produktif.Â
“Pertamina aktif di sini. Tapi waktunya agak lama bisa 7 sampai 10 tahun baru mendapatkan respon,†papar Arcandra.
Sementara metode jangka panjang, dapat ditempuh dengan cara eksplorasi lapangan migas.Â
“Untuk anak cucu kita, tentu usaha eksplorasi adalah pilihan tepat menjaga produksi migas,†ungkapnya.
Pemerintah pun berharap kegiatan eksplorasi ke depan rasio keberhasilannya di atas 20% atau setiap lima kali eksplorasi baru, ditemukan satu cadangan baru.Â
“Kita berharap demikian. Apalagi kita punya dana yang akan menopang ditemukannya lapangan baru,†harapnya.
Jumlah dana tersebut ada dalam bentuk komitmen kerja pasti kontrak kerja sama sistem gross split sebesar USD 2,1 miliar. Dimana sebesar USD 1,1 miliar diantaranya bisa digunakan untuk kegiatan eksplorasi.
Jumlah dana eksplorasi tersebut jauh lebih baik dibanding dana ekplorasi dengan skema sebelumnya.Â
“Ini dana yang bisa digunakan untuk eksplorasi 5-10 tahun ke depan. Dana ini kami harapkan terus bertambah,†jelas Arcandra.
Arcandra menekankan bagi pengusaha migas agar tidak selalu melihat penurunan produksi migas alamiah atau declining, namun harus optimis lagi mengerjakan eksplorasi.
“Kalau terjadi declining itu hanya kaca spion, sekarang liat ke depan. Kalau nyetir pakai kaca spion bisa tertabrak. Kaca spion itu hanya guidance,†pungkasnya.
Upaya peningkatan produksi yang dijalankan ini demi mengantisipasi ancaman defisit migas atas lonjakan kebutuhan migas yang kian tinggi di tahun mendatang. (red)