SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro – Kekeringan mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Warga di Dusun Guwolowo, Desa Sumberarum, Kecamatan Dander saat ini mulai kesulitan air bersih.
Sebab sumber air di sumur gali yang dibangun sejak 1986 silam di dusun itu mulai mongering. Akibatnya 14 rumah tangga yang selama ini bergantung pasa sumur tersebut menjadi klimpungan untuk memperoleh air bersih.
Sumur dengan kedalaman 14 meter itu hanya menyisakan air sedalam 2 meter. Akibatnya warga di dusun ini terancam kekeringan.
“Sudah dari dulu warga sekitar hanya menggantungkan kebutuhan air dari satu sumur ini,” ujar Suratmi (60), salah satu warga setempat.
Wanita paruh baya ini mengatakan sumur tersebut satu-satunya penopang kebutuhan air warga sekitar. Baik untuk mandi, memasak, mencuci, dan sebagainya. Warga harus bergantian mengambil air bersih dari sumber air yang berasal dari sumur dengan cara menimba menggunakan katrol.
Demi mendapatkan air bersih ini, Suratmi rela menimba sumur dengan cara tradisional untuk digunakan mencuci baju.
“Kalo pake mesin pompa air tidak bisa naik, soalnya ini kan air tinggal sedikit,” ujar dia dengan logat jawa.
Datangnya musim kemarau ini membuat warga sekitar harus menghemat penggunaan air hingga musim hujan tiba. Sebab, selama ini saat musim kering melanda warga di dusun tersebut tidak pernah mendapat bantuan air bersih dari Pemerintah.(rien)