SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Pawai karnaval budaya di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (31/8/2013), menjadi berkah tersendiri bagi tukang rias dan pemilik salon di sekitar pemboran migas Blok Cepu. Dalam sehari ini pemilik salon mengaku merias sedikitnya 15 anak yang mengikuti karnaval.
Salah satu perias asal Desa Sumurpandan, Desa Gayam,  Bu Yusuf (48) mengaku, mendadak mendapatkan order merias 15 siswi dari SDN Mojodelik untuk mengikuti pawai karnaval budaya. Meskipun sempat kalang kabut karena permintaannya mendadak, namun pekerjaan itu  dapat diselesaikan dengan baik sesuai permintaan wali murid.
“ Wahh kaget sekali Mbak, baru kemarin saya didatangi orang tuanya dan minta untuk merias anak-anak dari SDN Mojodelik. Padahal selama ini tidak pernah ada acara karnaval apalagi di tingkat Kecamatan Gayam,†kata dia.
Dia mengungkapkan, untuk sewa baju saja dia mematok harga antara Rp 50.000 sampai Rp 150.000. Sedangkan riasnya antara Rp 35.000 sampai Rp 70.000.
“Ya lumayan lah Mbak hasilnya,†serga Bu Yusuf, senang.
Warga asal RT 22/04 Desa Sumurpandan ini berharap, agar karnaval seperti ini bisa menjadi agenda tahunan Kecamatan Gayam agar tidak hanya membawa rejeki bagi perias setempat, namun juga memajukan daerahnya.
“Kalau ramai seperti ini, pasti warga tetangga juga ikut datang dan melihat,†tukasnya.
Terpisah, salah satu wali murid, Martutik, (35), mengaku, sangat senang dengan adanya kegiatan karnaval tersebut. Karena dinilai dapat memajukan desa-desa di wilayah Kecamatan Gayam. Bagaimana tidak, selama ini tidak ada desa atau kecamatan yang mengadakan acara yang sangat meriah dan diikuti oleh semua anak sekolah.
“Masalah biaya tidak seberapa, kan tidak setiap hari diadakan. Apalagi masalah biaya sebelumnya telah dirembug bareng dengan guru dan wali murid,†sambung wanita yang mengaku berjualan minuman segar di rumahnya.
Dia berharap, pawai karnaval ini bisa berlanjut terus agar wilayah Kecamatan Gayam menjadi ramaai.(rien)