SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Ratusan pemuda Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur kembali menuntut kejelasan nasib mereka yang diputus kontrak kerja sejak Januari 2013 lalu oleh PT Natura Bina Mitra (NBM), kontraktor Joint Operating Body Pertamina East Java (JOB P-PEJ).
Tokoh Masyarakat Desa Ngampel, Pamudji, (40), mengatakan, pihaknya masih menunggu konfirmasi dari pihak operator Lapangan Sukowati, Blok Tuban mengenai nasib para pemuda tersebut. Dia menyebut ada seratus lebih pemuda ring 1 Pad B Lapangan Sukowati yang sebelumnya menjadi tenaga kerja NBM.
“Kalau tidak ada jalan keluar kami akan melakukan penghadangan di lokasi Pad B Sumur Sukowati,†ancam dia kepada Suarabanyuurip.com, Sabtu (31/8/2013).
Pamuji mengungkapkan, sejak Januari 2013 lalu saat PT NBM tidak lagi menjadi kontraktor JOB P-PEJ, para pekerja yang berada dibawah naungan PT NBM belum diketahui kejelasan nasib mereka.
“Kok sampai sekarang masih belum ada kejelasan, baik dari kontraktor baru pengganti PT NBM maupun dari pihak JOB P-PEJ, kesannya malah meremehkan. Kasihan anak-anak ini setelah berharap sekian bulan tidak diperhatikan,†ujar Pamuji, menerangkan.
Terpisah, Field Administration Superintendant (FAS) JOB P-PEJ, Hananto Aji, mengaku, tidak tahu menahu adanya tuntutan tersebut karena PT NBM sudah lama tidak menjadi kontraktor JOB P-PEJ.
“Pihak kontraktor tidak memberitahu apa-apa mengenai tenaga kerja dengan kami. Jadi kalau ada protes dari warga dan merasa ada permasalahan dengan mereka jangan ke JOB P-PEJ, tetapi ke PT NBM,â€sergahnya ketika dikonfirmasi via telephone.
Dia menambahkan, pengganti PT NBM saat ini adalah PT Kencana Energi. Â Namun selama PT Kencana Energi bekerja tidak ada pembicaraan mengenai tenaga kerja apalagi ada masalah mengenai pemuda desa Ngampel.
“Saya sekarang masih off, coba minggu depan kalau sudah kembali kami cek lagi, apa benar seperti itu kondisinya. Kalau masalah perekrutan tenaga kerja sudah menjadi tanggung jawab PT Kencana Energi. Untuk JOB P-PEJ sendiri telah merekrut tenaga kerja lokal sesuai skill atau keterampilan kerja,†tandas Hananto.(rien)