SuaraBanyuurip.com – Winarto
Bojonegoro – Program pavingisasi yang digulirkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, Jawa Timur untuk desa-desa di wilayahnya telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat pedesaan. Disamping memperlancar transportasi warga, juga membuka peluang kerja.
Seperti pavingisasi jalan poros desa sepanjang kurang lebih 3 kilo meter yang dilaksanakan Pemerintah Desa Sudu, Kecamatan Gayam. Pavingisasi itu telah membuka kesempatan kerja bagi warga dalam perawatannya.
Karena untuk merawat jalan paving agar tetap bagus dan bertahan lama Pemdes Sudu menawarkan jasa perawatan kepada warganya.
“Siapa saja boleh karena kita anggarkan untuk biaya perawatan jalan,” kata Kepala Desa Sudu, Abdul Manan kepada www.suarabanyuurip.com, Sabtu (31/8/2013)
Manan menjelaskan, untuk ongkos perawatan jalan paving ini pemerintah desa telah menganggarkan senilai Rp 50 ribu per hari. “Dulu cuma Rp 35 ribu per hari, sekarang kita naikan menjadi Rp. 50 ribu per hari. Ini kita sesuaikan dengan kenaikan harga BBM mas, ” imbuhnya.
Ditambahkan, untuk perawatan jalan sepanjang 3 kilometer itu pihak desa melibatkan empat orang yang menjadi pekerja. Setiap hari mereka keliling untuk melihat kondisi jalan.
“Jika ada yang rusak ya langsung diperbaiki, ” tegas Manan.
“Jalan paving memang sangat efisien. Disamping murah perawatannya juga mudah, ” lanjut Manan.
Untuk diketahui, jalan Desa Sudu sepanjang kurang lebih 3 km dengan lebar 5 meter itu selain menjadi akses utama bagi warga desa, juga sering dilewati truk pengangkut pasir dari bengawan solo. Sehingga jalannya cepat rusak dan perlu perawatan setiap hari.
Tasrip, salah seorang pekerja perawatan jalan paving Desa Sudu, mengaku, bersyukur mendapat pekerjaan dari desa untuk merawat jalan. “Dari ini saya bisa memperoleh pendapatan dan cukup buat makan sekeluarga, Mas,” ungkapnya.(win)