SuaraBanyuurip.com -Â Â Joko Kuncoro
Bojonegoro – Musim panen raya tembakau harusnya selesai September 2020. Namun nyatanya masih ada 911 hektare lahan tanaman tembakau di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur yang belum selesai masa petik daun. Oleh karena itu, Dinas Pertanian (Disperta) Bojonegoro berharap petani bermitra dengan perusahaan tembakau agar hasil panen bisa terserap.
Kepala Bidang Tanaman Perkebunan (Disperta) Bojonegoro Moch Rudianto mengatakan seharusnya Juni sudah tutup musim tanam tembakau. Tidak semua petani Bojonegoro bermitra dengan perusahaan, sehingga harga jual tidak bisa stabil.
“Sementara perusahaan yang bermitra dengan petani tembakau yakni PT Alliance One Indonesia (AOI). Namun, jika bermitra harus ada perjanjian,” katanya, Senin (19/10/2020).Â
Rudi sapaan akrabnya menjelaskan, dengan perusahaan, petani akan memperoleh kepastian harga. Selain itu, juga petani tidak bingung akan menjual hasil panen tembakau jika sudah bermitra. Â
“Jika petani bermitra kepastian terserap jelas. Namun, juga harus memperhatikan kualitas tembakau,” ujar Rudi.
Dia mengatakan, kini ada tiga kecamatan yang masih memiliki tanaman tembakau belum selesai petik. Di antaranya seperti Kecamatan Baureno sebanyak 440 hektare, Kecamatan Kepohbaru ada 40 hektare, dan Kecamatan Ngraho ada 30 hektare tanaman tembakau.Â
“Itu yang masih ada sisa tanaman tembakau belum selesai petik,†katanya ditemui di kantor. (jk)