SuaraBanyuurip.com – Ririn Wedia
Bojonegoro- Penghadangan warga Desa Ngampel, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur di pemboran Pad B Sumur Minyak Sukowati, Blok Tuban pada Minggu (1/9/2013) kemarin, disikapi serius Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ). Perusahaan asal Cina itu tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk diserahkan kepada Direktorat Pengamanan Obyek Vital (Dit Pamobvit) Polda Jatim karena aktifitas mereka terganggu.
Field Administration Superinintendant JOB P-PEJ, Basith, mengungkapkan, langkah itu diambil karena sampai Minggu malam kemarin pihak Kepolisian Resort (Polres) Bojonegoro tidak bisa berbuat banyak dan justru meminta perusahaan tidak melakukan kegiatan atau moving sama sekali karena kondisi tidak kondusif.
“Kami sudah menyampaikan bahwa surat mereka sudah kami kirimkan ke SKK Migas dan sore ini baru akan di jawab,” ujarnya kepada SuaraBanyuurip.com
Dia menjelaskan, meskipun sudah memberitahukan hal tersebut namun para provokator tidak mau mengerti dan malah tetap akan menghadang meskipun harus berhadapan dengan pihak keamanan.
“Perlu saya tambahkan disini bahwa selama ini JOB P-PEJ telah memberikan bantuan CSR rata-2 setiap tahunnya sebesar 700 juta rupiah,” tegas Basit.
Basit menembahkan, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu tuntutan para warga dan akan mengumpulkan bukti-bukti jika memang ada pelanggaran.
“Nanti segera saya kirim ke Dir Pam Ovit Polda, jika ini merupakan gangguan operasi kita serahkan ke sana,” tukasnya.