SuaraBanyuurip.com – Samian Sasongko
Bojonegoro – Meski harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Premioum telah diturunkan oleh pemerintah dari Rp7600 per liter menjadi Rp6.700 per liter, namun harga sembako masih belum turun.
“Harga sembako seperti beras masih pancet, Pak. Rata-rata per kilo gramnya masih seharga Rp12.000,” kata Marfu’ah warga Desa Ngasem, Kecamatan Ngasem, Bojonegoro, Jawa-Timur kepada Suarabanyuurip.com, Selasa (20/1/2015).
Dijelaskan, sebelum harga BBM naik harga sembako Rp8000 per kilo gram. Setelah BBM dinaikan harga sembako ikut naik antara Rp10.000 sampai Rp12.000 per kilo gramnya.
“Sakarang BBM sudah diturunkan harga sembako kok belum ikut turun. Padahal, sembako ini adalah kebutuhan pokok warga,” jelas warga desa ring satu lokasi migas Alas Tua Barat (ATW) Blok Cepu tersebut.Â
“Saya berharap agar pemerintah juga mengintruksikan agar harga sembako juga ikut turun lah, Pak. Kalau saat harga BBM naik maklum ikut naik. Tapi sekarang harga BBM kan sudah turun. Jadi seharuse ya harus ikut turun lah, Pak,” sambung Jamusri warga Ngasem lain. (sam)